Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Operasi Modifikasi Cuaca Dinilai Efektif, BPBD DKI Jakarta Klaim Curah Hujan Turun Hampir 24 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Operasi Modifikasi Cuaca Dinilai Efektif, BPBD DKI Jakarta Klaim Curah Hujan Turun Hampir 24 Persen
Foto: (Sumber: Petugas menyiapkan bahan semai untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta..)

Pantau - BPBD DKI Jakarta menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC efektif menurunkan curah hujan di wilayah Jakarta berdasarkan evaluasi sementara yang dilakukan sejak akhir Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC memberikan dampak positif terhadap upaya pengendalian curah hujan sebagai langkah antisipatif banjir dan genangan.

Isnawa Adji menjelaskan hasil evaluasi data menunjukkan OMC yang dilaksanakan sejak 30 Januari hingga 2 Februari 2026 terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Isnawa Adji di Jakarta pada Senin, 2 Februari 2026.

“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen,” ungkap Isnawa Adji.

OMC merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi risiko banjir dan genangan di tengah potensi cuaca ekstrem.

BPBD DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.

Pada Minggu, 1 Februari 2026, telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.

Operasi difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan.

Sorti pertama dilakukan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki.

Sorti kedua dilakukan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.

Sorti ketiga dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian CaO sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 7.000 hingga 8.000 kaki.

Sorti keempat kembali dilakukan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram.

Dengan tambahan empat sorti tersebut, total penerbangan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 mencapai sembilan sorti.

Total bahan semai yang telah digunakan terdiri dari NaCl sebanyak 4.000 kilogram dan CaO sebanyak 3.200 kilogram.

Penulis :
Aditya Yohan