Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Tiga Pekan di Kabupaten Tangerang, Sebanyak 4.352 KK Masih Bertahan di Pengungsian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Banjir Tiga Pekan di Kabupaten Tangerang, Sebanyak 4.352 KK Masih Bertahan di Pengungsian
Foto: (Sumber: Sejumlah warga korban bencana alam banjir mengungsi di posko yang diaediakan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M..)

Pantau - BPBD Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 4.352 kepala keluarga masih mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sejak tiga pekan terakhir.

Para pengungsi tersebar di posko pengungsian dan rumah saudara di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyampaikan kondisi tersebut di Tangerang pada Senin, 2 Februari 2026.

Achmad Taufik menyatakan “Dari total 27 wilayah kecamatan yang terdampak banjir, kini hanya tersisa empat wilayah kecamatan saja, sisanya sudah surut”.

Empat kecamatan yang hingga kini masih terdampak banjir meliputi Kecamatan Mekar Baru, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.

Di empat kecamatan tersebut terdapat 17 desa atau kelurahan yang masih tergenang air banjir.

Ketinggian air di wilayah terdampak banjir saat ini berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.

Di Kecamatan Kresek, warga terdampak banjir berada di Desa Pasir Ampo sebanyak 258 KK, Desa Koper 150 KK, dan Desa Patrasana 50 KK.

Di Kecamatan Gunung Kaler, banjir merendam Desa Kedung 220 KK, Desa Gunung Kaler 173 KK, Desa Kandawati 640 KK, Desa Carenang 153 KK, Desa Talok 15 KK, dan Desa Kelor 14 KK.

Di Kecamatan Kronjo, banjir berdampak pada Desa Muncang 27 KK, Desa Pasilian 301 KK, Desa Cirumpak 250 KK, Desa Pagedangan Ilir 1.115 KK, dan Desa Pagedangan Udik 645 KK.

Di Kecamatan Mekar Baru, warga terdampak banjir berada di Desa Jenggot 179 KK, Desa Mailiwis 12 KK, dan Desa Kedaung 150 KK.

Achmad Taufik menyebutkan “Dari empat kecamatan dan 17 kelurahan/desa yang terdampak banjir saat ini, terdapat 4.352 KK yang terdampak. Mereka yang masih terdampak masih mengungsi”.

Banjir di Kabupaten Tangerang sebagian besar disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Cidurian serta Sungai Cimanceuri.

Achmad Taufik menyampaikan “Faktor utamanya, curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai. Semoga, banjir bisa segera surut. Kalau logistik, Alhamdulillah, lancar dan dipastikan tersalurkan semua kepada masyarakat yang terdampak banjir”.

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan bantuan logistik kepada sekitar 13.000 kepala keluarga terdampak banjir.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Sugih Suryagalih menyampaikan bantuan yang diberikan berupa beras, sarden, mie instan, biskuit, dan minyak goreng.

Sugih Suryagalih menyatakan “Selama tanggal 2 sampai 30 Januari 2026 kami sudah memberikan bantuan logistik kepada kurang lebih 13.000 KK terdampak banjir di seluruh Kabupaten Tangerang”.

Pemkab Tangerang juga mendistribusikan perlengkapan pos pengungsian seperti tenda, kasur lipat, selimut, terpal, serta pampers untuk bayi dan lansia.

Sugih Suryagalih menyampaikan “Bahkan kami mengadakan dapur umum di beberapa kecamatan seperti Jayanti, Kosambi, Kresek, dan Pasar Kemis”.

Penulis :
Aditya Yohan