
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menetapkan target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp515 miliar selama bulan Ramadhan 1447 H/2026 M.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa target tersebut hanya mencakup pengumpulan di Baznas pusat, dengan proyeksi kontribusi terbesar berasal dari kalangan perusahaan.
"Target Rp515 miliar itu hanya untuk di Baznas RI (pusat) saja. Terkait sumber penghimpunan, kami memproyeksikan kontribusi besar berasal dari perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang menyatakan komitmen untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Dari sinilah kami berani menetapkan target Rp515 miliar. Angka ini memang terbilang berani, namun landasan dan alasannya kuat," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar angka, melainkan bentuk ikhtiar Baznas untuk memperluas manfaat zakat bagi mustahik di seluruh Indonesia.
Menurut Noor Achmad, peningkatan target juga didorong oleh tren positif meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, terutama di bulan Ramadhan.
"Melalui momentum Ramadhan, kami berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui Baznas semakin meningkat," ujarnya.
Ia menambahkan, zakat bukan sekadar ibadah individu, tetapi juga kekuatan kolektif umat untuk menanggulangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
Dana ZIS yang terkumpul akan dikelola secara amanah dan profesional melalui berbagai program yang berdampak langsung, seperti bantuan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penanganan bencana.
Ia berharap meningkatnya kepercayaan publik terhadap Baznas dapat menjadikan zakat sebagai kekuatan yang memperkuat ketahanan sosial Indonesia.
Fokus Digitalisasi dan Perluasan Layanan
Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pencapaian target Rp515 miliar akan didorong melalui peningkatan kualitas dan kemudahan layanan bagi para muzaki.
Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk penguatan layanan digital, optimalisasi kanal pembayaran zakat di laman resmi Baznas, kanal daring, serta kerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital.
"Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perkotaan dan generasi muda," ia mengungkapkan.
Baznas juga akan memperluas layanan jemput zakat dan membuka gerai zakat di berbagai lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan (mal), untuk menjangkau masyarakat yang memerlukan pendampingan langsung.
Rizaludin menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan dana ZIS.
Untuk itu, Baznas berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses pengelolaan dana zakat.
"Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat tergali lebih optimal," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







