Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hari Keempat Pencarian Korban Longsor Tambang Timah di Bangka, Tim SAR Fokus Temukan Satu Korban Tertimbun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hari Keempat Pencarian Korban Longsor Tambang Timah di Bangka, Tim SAR Fokus Temukan Satu Korban Tertimbun
Foto: (Sumber: Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di area tambang bijih timah di Pemali pada ke-4 pencarian di Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Kasmono..)

Pantau - Tim SAR kembali melanjutkan pencarian korban tertimbun tanah longsor di tambang bijih timah inkonvensional di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (5/2), memasuki hari keempat pascakejadian.

Pencarian difokuskan untuk menemukan satu korban atas nama Soleh, warga Pandeglang, Banten, yang hingga kini belum ditemukan sejak insiden terjadi pada Senin (2/2) pukul 17.00 WIB.

"Hari ini mulai jam 08.48 WIB, tim SAR kembali melanjutkan pencarian korban atas nama Soleh, asal Pandeglang, Banten yang belum ditemukan setelah dilakukan pencarian sejak insiden terjadi pada Senin (2/2), pukul 17.00 WIB," ungkap seorang petugas SAR.

Enam Korban Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari

Sejak kejadian tanah longsor yang menimpa tambang bijih timah inkonvensional tersebut, enam pekerja telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban yang berhasil dievakuasi adalah Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex, dan Manaf.

Seluruh korban meninggal diketahui berasal dari Kecamatan Pandeglang, Banten.

Selain itu, terdapat empat orang pekerja asal Pandeglang lainnya yang berhasil selamat dari insiden tersebut, yaitu Ecek, Asep, Mani, dan Sainan.

"Kita semua berharap, hari ke-4 ini tim SAR berhasil menemukan korban di tempat kejadian supaya segera dapat dipulangkan ke Pandeglang sesuai keinginan pihak keluarga," ujar petugas tersebut.

Tambang Diduga Ilegal, Pencarian Terkendala Struktur Tanah

Aktivitas tambang bijih timah inkonvensional tempat kejadian berlangsung diketahui merupakan tambang milik pribadi yang diduga tidak mengantongi izin resmi.

Tambang tersebut berada di atas lahan yang masuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Upaya pencarian korban mengalami hambatan karena struktur tanah di lokasi terus mengalami pergeseran, menyulitkan pengoperasian alat berat.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerjunkan sejumlah personel berpengalaman, alat berat, dan anjing pelacak dari Polda Bangka Belitung.

Personel yang terlibat dalam pencarian korban terdiri dari tim gabungan Polres Bangka, Polsek Pemali, SAR Brimob, BPBD Bangka, SAR Pangkalpinang, Satuan Relawan Sekaban, satuan pengaman Timah, persatuan operator, dan masyarakat setempat.

Pencarian masih terus dilakukan hingga sore hari, menyesuaikan kondisi cuaca dan keamanan lokasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf