
Pantau - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Verrel Bramasta, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mengurangi angka food loss dan food waste yang masih tinggi di Indonesia.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema Menganalisa Peluang dan Tantangan Implementasi AI dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia yang digelar di IPB University, Bogor, Selasa (3/2/2026).
"Kalau kita bicara ketahanan pangan dan inovasi, saya rasa kita tidak perlu khawatir dari sisi produksi karena inovasinya sudah banyak. Namun yang perlu kita diskusikan hari ini adalah food loss dan food waste," ujarnya.
Food Waste Capai 48 Juta Kilogram per Tahun, AI Jadi Solusi
Verrel menyebut bahwa tantangan utama ketahanan pangan Indonesia bukan hanya di sektor produksi, tetapi juga pada aspek distribusi, logistik, penyimpanan, dan pengelolaan pascapanen.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), sekitar 31 persen pangan di Indonesia terbuang, setara dengan 23–48 juta kilogram per tahun.
"Masalahnya bukan hanya di produksi, tapi juga di investasi distribusi, logistik, penyimpanan, hingga manajemen pascapanen. Di sinilah AI dengan sistem terintegrasi bisa sangat membantu," jelasnya.
Verrel juga mempertanyakan sejauh mana IPB telah mengembangkan sistem AI terintegrasi dalam manajemen rantai pangan nasional.
Belajar dari Inggris: AI Turunkan Food Waste hingga 87 Persen
Ia mencontohkan pemanfaatan AI di beberapa negara seperti Nigeria, Kenya, dan Inggris, yang terbukti mampu menekan angka pemborosan pangan secara signifikan.
Di Inggris, khususnya London, penggunaan AI dalam manajemen limbah makanan berhasil menurunkan food waste hingga 87 persen.
"Sistemnya mampu mendeteksi makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa sehingga bisa segera dilakukan penyesuaian harga atau diskon," paparnya.
Dorongan Legislator: Kembangkan Logistik dan Manajemen Berbasis AI
Verrel mendorong pengembangan logistik berbasis AI yang terhubung langsung dengan data produksi dan permintaan pasar sebagai langkah konkret menekan pemborosan pangan.
"Kami mendorong agar ke depan ada pengembangan logistik berbasis AI dan manajemen yang terhubung langsung dengan data produksi dan permintaan pasar, sehingga food loss dan food waste dapat ditekan secara terukur," tegasnya.
Menurutnya, inovasi teknologi seperti AI tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








