Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Setjen DPR Luncurkan Layanan Dropbook untuk Tingkatkan Kompetensi dan Budaya Literasi Pegawai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Setjen DPR Luncurkan Layanan Dropbook untuk Tingkatkan Kompetensi dan Budaya Literasi Pegawai
Foto: (Sumber: Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, dalam kegiatan Penguatan Budaya Literasi dan Minat Baca Pegawai DPR RI yang dirangkaikan dengan pengenalan layanan Dropbook, yang berlangsung di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: Jaka/Karisma)

Pantau - Sekretariat Jenderal DPR RI melalui Biro Protokol dan Humas Bagian Perpustakaan menggelar kegiatan Penguatan Budaya Literasi dan Minat Baca Pegawai DPR RI yang dirangkaikan dengan peluncuran layanan Dropbook di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Kegiatan yang dipublikasikan pada 11 Februari 2026 dalam kategori BURT ini menjadi bagian dari komitmen DPR RI membangun budaya membaca dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah menyampaikan gerakan tersebut merupakan langkah konkret membudayakan gemar membaca di lingkungan kesekjenan.

Ia menyatakan bahwa “Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan acara yang luar biasa penting. Pertama, membudayakan gemar membaca di lingkungan kesekjenan. Kita ingin setiap hari menggali kompetensi, menggali kapasitas, dan membangun kualitas birokrasi di DPR agar semakin berwawasan dan memiliki daya saing,”.

Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan layanan Dropbook sebagai fasilitas untuk memudahkan akses dan distribusi bahan bacaan di lingkungan DPR RI.

Layanan ini diharapkan mendorong pegawai dan anggota dewan lebih aktif membaca serta memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas.

Rizki menegaskan literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca buku semata.

Ia menyampaikan bahwa “Membaca bukan hanya buku, tetapi juga membaca laporan dari masyarakat, menganalisis aspirasi, dan memahami perasaan publik. Itu yang harus terus kita lakukan agar DPR semakin terbuka dan aspiratif,”.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang termasuk pakar literasi anak dan remaja serta spesialis kesehatan jiwa.

Salah satu materi yang dibahas adalah isu narcissistic personality disorder yang banyak diperbincangkan di kalangan generasi muda guna memperkaya wawasan peserta.

Rizki menekankan agar gerakan literasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis tetapi dijalankan secara konsisten.

Ia menyampaikan bahwa “Jangan hanya gerakan simbolis di awal. Ini harus konsisten ke depan dan dijalankan dengan baik. Harapannya, DPR semakin aspiratif, semakin terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, dan semakin dekat dengan masyarakat,”.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti