
Pantau - Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Lalu Pathul Bahri meminta aparat penegak hukum segera mengungkap atau menangkap pelaku jambret yang menimpa warga negara asing asal Tiongkok pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.
Lalu Pathul Bahri menyatakan, "Semoga pelaku cepat ditangkap dan ini menjadi tugas aparat penegak hukum," di Praya pada hari Senin.
Ia menyesalkan kejadian yang dapat merusak citra pariwisata Lombok Tengah, sementara pemerintah daerah tengah berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata.
"Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi," ungkap Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, Badan Keamanan Desa (BKD), dan TNI-Polri dalam meningkatkan keamanan bagi wisatawan.
"Kolaborasi semua pihak penting, baik itu warga, BKD, TNI-Polri dalam meningkatkan keamanan di Lombok Tengah. Semoga pelaku segera ditangkap," tambahnya.
Polres Lombok Tengah masih melakukan penyelidikan kasus jambret yang menimpa WNA asal Tiongkok di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi menyatakan, "Kami tetap berkomitmen untuk mengungkap pelaku kasus tersebut."
Personel Polsek Kawasan Mandalika bergerak cepat ke TKP setelah laporan diterima Sabtu, 21 Februari 2026, sekitar pukul 20.30 WITA.
Korban, Rui Bao, mengalami perampasan tas oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor merah di Gang Jalan Dusun Kuta I, berisi paspor, uang tunai, ID of Chinese Residence, dan kartu telepon asal Tiongkok.
Anggota kepolisian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, sementara pelaku masih dalam proses penyelidikan.
Polres Lombok Tengah meningkatkan patroli di kawasan wisata Mandalika untuk menciptakan situasi aman dan kondusif.
Iptu Lalu Brata Kusnadi menekankan, "Kami mengimbau agar tidak berjalan sendirian di tempat sepi dan tidak membawa atau memperlihatkan barang berharga secara mencolok guna menghindari terjadinya tindak kejahatan."
- Penulis :
- Aditya Yohan







