
Pantau - Menjelang waktu berbuka puasa di Mataram, Nusa Tenggara Barat, suasana kota berubah riuh dengan jalanan padat, warga berburu takjil, dan masjid yang mulai dipenuhi jamaah, sehingga aparat diminta memperketat pengamanan di titik-titik rawan selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Pada apel siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 Hijriah di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan pentingnya memperketat pengamanan di pusat keramaian, pasar, terminal, tempat ibadah, dan lokasi aktivitas malam hari.
Ramadhan disebut bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga fase peningkatan mobilitas dan aktivitas sosial yang signifikan di wilayah perkotaan.
Pada pekan pertama Ramadhan 2026 terlihat pola berulang setiap tahun berupa lonjakan arus lalu lintas satu hingga dua jam sebelum berbuka puasa.
Berdasarkan pemetaan Satuan Lalu Lintas Polresta Mataram, pada jam-jam tersebut potensi kecelakaan meningkat signifikan akibat faktor psikologis pengendara yang terburu-buru untuk berbuka.
Terminal dan simpang jalan menjadi simpul kemacetan karena lonjakan kendaraan, sementara pasar tradisional dipadati warga sejak pagi hingga menjelang sore.
Aparat melakukan patroli malam untuk mencegah balap liar, penertiban perang petasan, serta pembinaan remaja yang terlibat judi panco.
Polresta Mataram mengamankan 14 remaja dalam satu razia di wilayah Pagutan dan turut menyita tujuh sepeda motor sebagai bagian dari pembinaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa titik rawan Ramadhan tidak hanya berupa ruang fisik, tetapi juga ruang sosial yang memerlukan pendekatan komprehensif.
Penempatan personel di titik macet dan pengaturan arus lalu lintas secara intensif mendapat apresiasi, namun pendekatan represif dinilai tidak cukup untuk mengatasi persoalan secara menyeluruh.
Diperlukan rekayasa sosial kreatif seperti pengaturan jam operasional pasar tertentu dan penyediaan kantong parkir sementara di sekitar pusat takjil.
Pemerintah daerah juga didorong memanfaatkan media sosial untuk kampanye masif tentang etika berkendara selama puasa sebagai bagian dari edukasi dan pelayanan publik selama Ramadhan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








