
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal Sultan Mahmud Badaruddin II memulihkan lahan bekas tambang seluas 105 hektare di Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu, Palembang, Sumatera Selatan, guna memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa "Melalui Program TJSL yang terstruktur dan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi nyata atas tantangan sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasi," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa "Pendekatan ini tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat ketahanan masyarakat," tegasnya.
Sejak tahun 1970-an, kawasan tersebut menjadi lokasi pengambilan tanah liat yang menyisakan lahan bekas galian dan memicu penumpukan sampah, banjir, hingga potensi longsor yang mengancam keamanan ruang hidup warga.
Melalui program TJSL terintegrasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menerapkan pendekatan lintas unit agar kawasan bekas galian dapat bertransformasi menjadi ruang yang produktif, aman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Empat Program Transformasi Terintegrasi
Program pemulihan ini memiliki empat fokus utama yang dijalankan melalui subprogram Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi.
Melalui program Permata, seluas 0,42 hektare lahan bekas galian dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan keramba jaring apung bertenaga surya.
Program Permata mencatat peningkatan pendapatan perajin batu bata sebesar 25 persen dan kenaikan pendapatan kelompok wanita tani hingga 133 persen.
Program Pesona berfokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik dengan capaian 85 persen sampah rumah tangga terkelola atau sekitar 3.600 kilogram per bulan.
Salah satu inovasi dalam program Pesona adalah pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan yang dikelola kelompok UMKM setempat.
Anggota Kelompok UMKM Pasta, Rusli, mengatakan bahwa "Pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan merupakan salah satu solusi untuk menekan dampak lingkungan akibat sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Mitigasi Bencana dan Ruang Ramah Anak
Pada aspek mitigasi risiko, program Perkasa meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana di kawasan rawan longsor.
Dalam program Perkasa juga dilakukan penanaman 250 pohon kelapa di area bekas galian untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor.
Program Pelangi menghadirkan pengembangan ruang publik terpadu ramah anak serta ruang bermain anak bagi warga sekitar.
Kehadiran program Pelangi turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak di wilayah tersebut sekaligus menjadi program andalan dalam penilaian PROPER Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
- Penulis :
- Shila Glorya








