
Pantau - Polri melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian mulai mengoperasikan tujuh pusat studi baru yang mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pusat studi forensik kepolisian hingga pusat studi pelayanan perempuan dan anak.
- Pengoperasian pusat studi tersebut dimulai secara resmi pada Selasa 10 Maret 2026.
- Peresmian dilakukan dalam acara yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Wakapolri menyatakan keberadaan pusat studi ini menunjukkan bahwa Polri tidak lagi hanya mengandalkan tindakan taktis dan teknis di lapangan.
Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, "Diharapkan pusat studi kepolisian ini menjadi wadah riset dan diskusi akademik terkait pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia".
Tujuh Pusat Studi Bidang Strategis
Tujuh pusat studi yang baru diresmikan terdiri dari berbagai bidang strategis dalam pengembangan ilmu kepolisian.
- Pusat Studi Teknologi Kepolisian dipimpin oleh Irjen Pol. Suwondo Nainggolan.
- Pusat Studi Forensik Kepolisian dipimpin oleh Komjen Pol. Purn Prof Dr Petrus R. Golose.
- Pusat Studi Internasional Kepolisian dipimpin oleh Irjen Pol. Asep Herdradiana.
- Pusat Studi Keamanan Nasional dipimpin oleh Prof Muradi.
- Pusat Studi Pelayanan Perempuan dan Anak dipimpin oleh Brigjen Pol. Nurul Azizah.
- Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik dipimpin oleh Andrea H. Poeloengan.
- Pusat Studi Intelijen Kepolisian dipimpin oleh Irjen Pol. Achmad Kartiko.
Polri Perkuat Kolaborasi Akademik
Selain tujuh pusat studi baru tersebut, terdapat sembilan pusat studi kepolisian lain yang telah diresmikan pada tahun 2025.
Sembilan pusat studi tersebut meliputi Pusat Studi Polmas, Pusat Studi Anti Korupsi, Pusat Studi Terorisme, Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Pusat Studi Kamsel Lantas, Pusat Studi Siber, Pusat Studi SDM, Pusat Studi Pasifik Oseania, serta Pusat Studi Kehumasan Polri.
Strategi besar yang diusung Polri dalam pengembangan pusat studi ini melibatkan kolaborasi pentahelix.
Dalam strategi tersebut, dunia akademis ditempatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan negara.
Hingga saat ini terdapat delapan dari 77 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah meresmikan Pusat Studi Kepolisian.
Delapan perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Pattimura, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Bangka Belitung, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Selain itu masih terdapat 69 perguruan tinggi negeri dan swasta dari Aceh hingga Papua yang sedang memasuki tahap penandatanganan kerja sama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








