Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KAI Bangun 5.484 Hunian Terintegrasi Transportasi Publik di Empat Kota Besar Dukung Program Tiga Juta Rumah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KAI Bangun 5.484 Hunian Terintegrasi Transportasi Publik di Empat Kota Besar Dukung Program Tiga Juta Rumah
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan pejabat lainnya dalam Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) membangun 5.484 unit hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya sebagai dukungan terhadap program pemerintah pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat perkotaan.

Pembangunan hunian tersebut diumumkan dalam kegiatan pencanangan pembangunan hunian yang dilaksanakan di lahan aset PT KAI di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa "PT Kereta Api Indonesia mendukung program pembangunan nasional melalui pemanfaatan aset perkeretaapian untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik".

Program pembangunan hunian tersebut mengusung konsep kawasan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development yang memadukan hunian dengan akses langsung ke sistem transportasi.

Pembangunan dilakukan melalui sinergi antara PT Kereta Api Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

PT KAI juga mencatat memiliki sekitar 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development.

Pembangunan Hunian di Kawasan Manggarai dan Bandung

Di Jakarta, proyek pembangunan hunian dilakukan di kawasan Stasiun Manggarai.

Di kawasan tersebut akan dibangun delapan tower hunian yang terbagi dalam dua blok.

Setiap tower direncanakan memiliki 12 lantai.

Total hunian yang disiapkan di kawasan Manggarai mencapai sekitar 2.200 unit.

Tipe hunian yang akan dibangun di Manggarai meliputi tipe 45 dan tipe 52 yang ditujukan bagi masyarakat perkotaan.

Pembangunan hunian di Manggarai direncanakan segera dimulai.

Penyerahan kunci unit kepada penghuni ditargetkan dapat dilakukan pada awal tahun 2027.

Selain di Jakarta, pembangunan hunian juga akan dilakukan di kawasan Stasiun Kiaracondong di Bandung.

Proyek hunian di Bandung akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.600 meter persegi.

Di kawasan tersebut akan dibangun dua tower hunian.

Total unit hunian yang direncanakan di Bandung mencapai sekitar 753 unit.

Hunian di kawasan Kiaracondong dirancang sebagai kawasan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik di Kota Bandung.

Pengembangan Hunian di Semarang dan Surabaya

Di Semarang, pembangunan hunian direncanakan di kawasan Stasiun Semarang Poncol di sekitar kawasan Dr Kariadi.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan hunian di Semarang memiliki luas sekitar 1,2 hektare.

Proyek hunian di Semarang akan menghadirkan dua tower hunian dengan tinggi sekitar 42 lantai.

Total unit hunian yang direncanakan di Semarang mencapai sekitar 1.042 unit.

Hunian tersebut akan terintegrasi dengan jaringan transportasi kereta api di kawasan tersebut.

Di Surabaya, pembangunan hunian dilakukan di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng.

Pembangunan hunian di Surabaya direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,2 hektare.

Di lokasi tersebut akan dibangun dua tower hunian.

Total hunian yang direncanakan di Surabaya mencapai sekitar 1.489 unit.

Bangunan hunian di Surabaya dirancang memiliki tinggi sekitar 52 lantai.

Hunian di kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan hunian perkotaan berbasis transportasi publik.

PT KAI menjelaskan bahwa pembangunan hunian di kawasan stasiun bertujuan untuk menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi.

Konsep tersebut juga diharapkan mampu mendukung pemanfaatan lahan secara lebih efisien.

Selain itu, hunian yang berada dekat dengan transportasi publik diharapkan dapat meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat perkotaan.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan sumber pendanaan proyek tersebut dengan menyatakan bahwa "(Untuk dananya) yang jelas ada dari porsi KAI sendiri, kemudian dari Danantara. Kemudian ada bagian dari pinjaman juga, pinjaman dalam negeri".

Penulis :
Leon Weldrick