
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Sumatera dilakukan melalui penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta.
Ia menjelaskan pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah untuk saling membantu, khususnya bagi wilayah yang terdampak parah dan mengalami kerusakan berat.
Berdasarkan pembaruan terakhir pada pagi hari, terdapat tiga daerah yang telah menyatakan komitmen membantu wilayah terdampak, yakni Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar.
Kolaborasi Daerah Didorong Lewat Tambahan Anggaran
Inisiatif kolaborasi ini muncul setelah Presiden mengalokasikan tambahan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun untuk percepatan penanganan bencana di Sumatera.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, lalu didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.
Pemerintah pusat mengimbau kepala daerah yang relatif aman namun tetap menerima anggaran agar menyalurkan sebagian dana dalam bentuk hibah kepada daerah tetangga yang membutuhkan.
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi yang memiliki keterbatasan anggaran seperti Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kami harapkan daerah-daerah yang berat ini mereka punya tambahan anggaran supaya mereka bisa bekerja menyelesaikan masalah," ungkap Tito.
Target Pemulihan Capai Tiga Tahun
Tito menyebut proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga tahun.
Fokus pembangunan mencakup penyediaan hunian tetap, pembangunan infrastruktur permanen seperti jembatan dan jalan yang sebelumnya bersifat darurat, serta pemulihan fasilitas layanan dasar.
"Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bukan hanya beberapa bulan, melainkan bisa mencapai dua-tiga tahun," ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







