
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi dengan Folago Global Nusantara untuk memperkuat pengembangan talenta kreator dan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Audiensi antara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan pihak Folago Global Nusantara berlangsung di Jakarta pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pembahasan kerja sama mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses ekosistem kreatif, serta peluang monetisasi bagi para kreator.
Riefky menyampaikan bahwa "Kolaborasi dengan mitra seperti Folago penting untuk memperkuat ekosistem kreator, termasuk menjangkau daerah dan meningkatkan kapasitas talenta lokal", ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional.
Penguatan Talenta dan Program Pengembangan Kreator
Melalui kerja sama ini, kreator diharapkan dapat memperoleh pengembangan ilmu sejak tahap awal hingga menjadi kreator profesional.
Program yang ditawarkan mencakup workshop gratis yang terbuka untuk semua kalangan usia.
Menteri Ekraf menekankan pentingnya memilih program yang berdampak nyata dan dapat segera diimplementasikan.
Riefky menyatakan bahwa "Kita perlu fokus pada program yang langsung menyentuh kreator, misalnya melalui penguatan talenta di program akademi. Dari delapan Asta Ekraf, kita bisa lihat mana yang bisa dikerjakan bersama, karena peluangnya terbuka luas", jelasnya.
Ekosistem Terintegrasi dan Potensi Ekonomi Kreatif
CEO Folago Global Nusantara Subioto Jingga menjelaskan bahwa Folago memiliki ekosistem terintegrasi yang mendukung pengembangan kreator.
Enam unit utama Folago meliputi Folago Academy, Folago AI, Folago Pictures, Folago Pro, Kita Klip, dan Folago Social Commerce.
Seluruh unit tersebut dirancang untuk membantu peserta berkembang menjadi kreator profesional melalui jalur produksi hingga distribusi konten.
Program Folago juga melibatkan kolaborasi dengan kampus, komunitas lokal, serta dukungan promosi melalui jaringan mitra dan platform digital.
Subioto Jingga menyampaikan bahwa "Indonesia memiliki potensi kreator yang sangat besar, namun tantangannya adalah bagaimana mengonversi potensi tersebut menjadi nilai ekonomi yang nyata. Sejalan dengan upaya pemerintah, kami membangun Folago Academy untuk menghubungkan kreator dengan ekosistem produksi hingga distribusi konten", ujarnya.
Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi lanjutan yang mencakup pengembangan kapasitas, kurasi produk kreatif, peningkatan akses pasar, serta pemanfaatan program KUR.
Audiensi ini menghasilkan peluang kerja sama konkret dengan tujuan memperkuat talenta kreator dan menghadirkan program berdampak nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya









