
Pantau - Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan konflik di Papua dengan menekankan solusi komprehensif demi terciptanya perdamaian dan keamanan masyarakat.
Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak menyatakan penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan semata.
Ia menegaskan perlunya langkah strategis lain seperti dialog terbuka dan evaluasi kebijakan secara menyeluruh untuk mengatasi konflik yang terus berulang.
“Pemerintah harus berani mencari solusi yang menyeluruh agar masyarakat bisa hidup aman dan damai,” ungkapnya.
Evaluasi Pendekatan Keamanan
MRP Papua Tengah menilai pendekatan yang selama ini berfokus pada aspek keamanan belum mampu menyelesaikan konflik secara tuntas di wilayah Papua.
Penambahan pasukan TNI dan Polri dalam jumlah besar di daerah konflik tinggi disebut belum efektif dalam meredam kekerasan.
“Memang tujuan negara bagus, karena polisi dan tentara itu bagian dari pagar negara. Tapi terbukti pengiriman pasukan banyak tidak menjamin keamanan,” ia mengungkapkan.
Konflik masih terus terjadi baik secara horizontal antar masyarakat maupun antara masyarakat dengan aparat, termasuk di wilayah Dogiyai.
Dorongan Pendekatan Humanis dan Dialog
MRP Papua Tengah mendorong pemerintah pusat dan daerah membuka ruang dialog dengan berbagai pihak guna mencari solusi jangka panjang.
Pendekatan humanis melalui peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat dinilai penting untuk menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.
Selain itu, penegakan hukum yang adil bagi semua pihak juga ditekankan untuk membangun rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat.
“Yang dibutuhkan adalah perubahan pendekatan agar Papua menjadi tanah damai dan membawa kesejahteraan bagi semua,” ungkapnya.
Pandangan tersebut telah disampaikan kepada perwakilan Kementerian HAM saat kunjungan ke Nabire dalam rangka mengusut kasus konflik Dogiyai beberapa waktu lalu.
Papua diharapkan dapat menjadi wilayah yang damai dan sejahtera bagi seluruh masyarakat, baik orang asli Papua maupun pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick








