
Pantau - Sejumlah isu humaniora mencuat pada Jumat (24/4), mulai dari upaya antisipasi kekeringan di daerah hingga penguatan pengawasan farmakovigilans oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat.
Berbagai langkah strategis dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan lingkungan, kesehatan, dan layanan publik.
Antisipasi Kekeringan dan Bencana Lingkungan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyiapkan dua mobil tangki dan 12 unit tandon air berkapasitas 2.500 liter untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengingatkan masyarakat, khususnya di Jawa Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Upaya mitigasi mandiri dinilai penting untuk meminimalisir risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penguatan Kesehatan dan Kolaborasi Internasional
Di sektor kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat pengawasan melalui Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2026 tentang farmakovigilans.
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keamanan obat yang beredar serta melindungi masyarakat dari efek samping yang tidak diinginkan.
Sementara itu, pemerintah Indonesia juga memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pengembangan pusat pengelolaan karhutla di Sumatera Selatan.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sekolah dapat menyampaikan keluhan jika menu program Makan Bergizi Gratis tidak sesuai standar.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan program gizi bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







