
Pantau - Pemerintah Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir rob di wilayah Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan, akibat air pasang tinggi dan curah hujan lebat sejak Jumat malam.
Wilayah Terdampak Parah dan Langkah Tanggap Darurat
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menyatakan bahwa RT 08 RW 01 di Sungai Lulut menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak dengan ketinggian air mencapai setengah lutut orang dewasa.
Meski banjir kali ini tidak termasuk dalam kategori besar, Yamin menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir untuk membantu karena warga tetap mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai langkah tanggap darurat, sebuah mushalla yang berada di lokasi lebih tinggi digunakan sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga terdampak.
Diperkirakan, warga akan bertahan di mushalla tersebut hingga kondisi air surut dan memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Bantuan logistik pun segera disalurkan kepada warga yang mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah.
Imbauan Wali Kota dan Kolaborasi Lintas Daerah
Kelurahan Sungai Lulut memiliki lima sungai yang terhubung langsung dengan Sungai Martapura dan bermuara ke Sungai Barito, serta berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banjar.
Wali Kota Yamin menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menangani banjir rob secara jangka panjang.
Ia mendorong adanya kerja sama untuk normalisasi sungai dan perbaikan aliran air, serta meminta agar pelaksanaan dilakukan saat musim kemarau, bukan di tengah musim hujan atau air pasang.
Yamin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai untuk meninjau kondisi banjir secara langsung, khususnya di RT 08 Sungai Lulut.
Ia mengusulkan pembangunan saluran drainase multifungsi dengan sistem tertutup, yang tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga dapat digunakan sebagai jalur pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Wali Kota turut mengimbau masyarakat untuk tidak memperluas bangunan hingga melampaui sempadan sungai karena dapat menghambat aliran air dan memperburuk risiko banjir.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," tegas Yamin.
- Penulis :
- Gerry Eka








