Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Staf Khusus Wapres Minta Publik Tidak Saling Curiga dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Staf Khusus Wapres Minta Publik Tidak Saling Curiga dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Foto: (Sumber: Staf Khusus Wakil Presiden RI Suwardi berkunjung ke rumah dinas Bupati Ponorogo di kompleks Pringgitan, Jumat (17/10/2025). (Antara/HO - Prastyo).)

Pantau - Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi mengajak semua pihak untuk tidak saling curiga dalam menyikapi kasus penyiraman yang diduga menggunakan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang terjadi di Jakarta Pusat.

Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam merespons peristiwa tersebut.

"Penting pula untuk menghilangkan rasa saling curiga, khususnya antara pemerintah dan kalangan masyarakat sipil yang selama ini menjalankan fungsi kritik sebagai bagian sah dari kehidupan demokrasi," kata Suwardi.

Menurut Suwardi hubungan antara pemerintah dan masyarakat sipil perlu dibangun di atas prinsip saling menghormati.

Hubungan tersebut juga harus dilandasi keterbukaan serta komitmen bersama terhadap supremasi hukum.

Ia menilai proses pengusutan yang cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi sangat penting.

"Tudingan dan kecurigaan publik sangat mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Karena itu, pengusutan cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi sangat penting," ucapnya.

Suwardi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Proses pengusutan tersebut harus dilakukan secara profesional.

Penanganan juga harus dilakukan secara akuntabel dan terbuka kepada publik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menilai penyiraman cairan kimia berbahaya terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan pengecut.

Menurut Suwardi peristiwa tersebut bukan hanya bentuk kekerasan.

Peristiwa itu juga menjadi ancaman terhadap rasa aman warga dan kepercayaan publik.

"Saya mengutuk keras peristiwa tersebut karena kekerasan semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran serta memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat," kata Suwardi.

Aparat Diminta Bertindak Tegas dan Cepat

Staf Khusus Wakil Presiden Nico Harjanto juga menyampaikan simpati kepada korban, keluarga, serta jajaran KontraS.

Ia mendorong agar korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala biaya.

Nico menegaskan fokus penanganan saat ini adalah pemulihan korban dan pengungkapan pelaku.

"Saya minta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat, tunjukkan bahwa hukum di Indonesia hadir untuk melindungi seluruh warga dan menghadirkan rasa aman untuk kita semua," kata Nico.

Ia juga meminta lembaga terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran air keras dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Bahan tersebut sering digunakan dalam tindak kejahatan seperti tawuran dan serangan terhadap warga.

"Saya berharap kejadian tragis yang dialami Mas Andrie adalah yang terakhir," pungkasnya.

Kronologi Penyerangan terhadap Aktivis KontraS

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diketahui menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal.

Pelaku menyiramkan air keras yang menyebabkan korban mengalami luka pada tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Siniar tersebut membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia.

Berdasarkan informasi awal kejadian terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.37 WIB.

Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor mendekati korban.

Pelaku kemudian menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Penulis :
Gerry Eka