
Pantau - Debut pasangan ganda campuran lintas negara Singapura–Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja, di turnamen BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 harus terhenti di babak perempat final setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Duel Ketat di Istora, Hee/Gloria Gagal Amankan Gim Kedua
Pertandingan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Jumat, dan dimenangkan oleh Chen/Toh dalam dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-19.
Pada gim pertama, Hee/Gloria sempat memimpin lewat kesalahan Chen di depan net.
Namun, pasangan Malaysia kemudian mengambil alih permainan dan membuka keunggulan menjadi 7-3.
Keunggulan itu terus bertahan hingga interval dan semakin melebar setelah jeda.
Hee/Gloria sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 15-19, namun kesalahan pengembalian di momen krusial membuat gim pertama menjadi milik Chen/Toh.
Gim kedua berlangsung lebih ketat dengan Hee/Gloria tampil lebih agresif dan memimpin tiga poin saat interval, berkat rangkaian smes keras dari Hee Yong Kai Terry.
Setelah jeda, mereka memperlebar keunggulan menjadi 14-9, bahkan unggul 18-14.
Namun, pasangan Malaysia kembali bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19.
Chen/Toh akhirnya membalikkan keadaan menjadi 20-19 dan menutup pertandingan dengan kemenangan.
Evaluasi Awal Duet Lintas Negara dan Harapan Gloria
Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen debut bagi duet lintas negara Hee Yong Kai Terry dari Singapura dan Gloria Emanuelle Widjaja dari Indonesia di sektor ganda campuran.
Gloria menyambut positif kerja sama tersebut karena keduanya sudah cukup mengenal gaya bermain masing-masing melalui sesi latihan dan pertemuan di berbagai turnamen.
"Kesempatan ini bagus sebagai evaluasi awal sebelum kami melanjutkan ke turnamen BWF lainnya musim ini," ungkapnya.
Gloria merupakan salah satu pemain ganda campuran paling berpengalaman di Indonesia.
Ia pernah menjadi juara dunia junior pada tahun 2011.
Sepanjang kariernya, Gloria pernah mencapai peringkat enam dunia bersama Hafiz Faisal pada 2019, peringkat delapan bersama Dejan Ferdinansyah pada 2024, dan peringkat 13 dunia bersama Rehan Kusharjanto pada 2025.
Kesempatan bermain bersama Hee muncul setelah Rehan Kusharjanto mengalami cedera lutut serius.
Gloria menyatakan tetap menunggu proses pemulihan Rehan sambil membuka diri terhadap kemungkinan bertanding dengan pasangan lain.
Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menguji potensi kerja sama Hee/Gloria sebelum mengikuti rangkaian turnamen BWF World Tour sepanjang musim 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick








