Pantau Flash
Kemendes PDTT Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020
Kementan Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kemenpan RB
Kemenparekraf Prediksi Tren Wisata Domestik dan Alam Akan Populer di 2021
Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 RI Naik 5.534 per 25 November
Anita Kolopaking: Djoko Tjandra Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

BI: Ekonomi Islam Dinilai Mainkan Peran Besar untuk Indonesia Maju 2045

BI: Ekonomi Islam Dinilai Mainkan Peran Besar untuk Indonesia Maju 2045 Bank Indonesia. (Foto: Pantau.com)

Pantau.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng menyatakan, ekonomi dan keuangan Islam memiliki peran besar untuk mencapai tujuan menjadi Indonesia Maju pada 2045.

“Kami percaya baik digitalisasi maupun ekonomi dan keuangan Islam akan memainkan peran besar untuk mencapai tujuan menjadi Indonesia Maju pada 2045,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Presiden: Keuangan Syariah Indonesia seperti Raksasa yang Sedang Tidur

Sugeng mengatakan saat ini Indonesia sedang berada dalam level negara dengan berpenghasilan menengah ke atas. Pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia sebesar USD4.050.

Menurutnya, masih terdapat perjalanan panjang dan menantang untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. “Kami tidak ingin terjebak dalam status negara berpenghasilan menengah atau kami menyebutnya middle income trap,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menuturkan banyaknya jumlah penduduk muslim berpotensi mendorong pencapaian Indonesia Maju 2045 melalui supply dan demand yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan Islam.

Baca juga: BI Dukung Indonesia Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia

Ia menyebutkan Indonesia memiliki 28 ribu pesantren dengan lebih dari 2 juta santri, 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah (UUS), 163 BPR syariah, dan 4.500 lembaga keuangan mikro syariah.

Terlebih lagi, hampir 60 persen penduduk Indonesia adalah milenial yang sangat akrab dengan teknologi digital dan memiliki banyak ide inovatif menjadi tambahan pendorong untuk mencapai tujuan. “Dari segi aksesibilitas sekitar 133 persen penduduk Indonesia memiliki telepon genggam. Artinya satu orang dapat memiliki lebih dari satu ponsel,” pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta