Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Kepala Keluarga Terkena PHK, 5 Langkah Ini Harus Diambil

Kepala Keluarga Terkena PHK, 5 Langkah Ini Harus Diambil Ilustrasi di PHK. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Pandemi COVID-19 membuat ekonomi goyang hingga dampaknya terasa ke masyarakat. Belum lagi pemerintah belum mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah yang terdampak.

Alhasil, perputaran ekonomi semakin merosot sehingga dari hari ke hari ada saja karyawan yang terkena dampak yakni Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan. Tak ingin mengeluarkan pesangon, sejumlah perusahaan juga membuat status baru yakni merumahkan karyawannya.

Baca juga: THR Ditunda Tanpa Ada Kesepakatan, Pekerja Dunkin' Donuts Berunjuk Rasa


Lantas karyawan hanya akan dibayar sekian persen dari gaji yang biasa mereka terima dengan tidak diberikan beban kerja. Mendapat keputusan PHK yang mendadak, mengakibatkan ketidaksiapan emosi. Hal ini bisa berdampak pada stres hingga depresi.

Apalagi jika kita lihat si korban PHK merupakan seorang kepala rumah tangga yang sudah memiliki anak. Tentu pemenuhan kebutuhan pun harus tetap berjalan.

Pakar Keuangan Agustina Fitria, mengatakan PHK dapat menimbulkan ketidakstabilan emosi orang yang kena PHK. Karena itu, menenangkan diri sejenak penting dilakukan agar dapat berpikir jernih.

Apabila emosi sudah mulai landai atau tenang, mencari solusi harus segera dilakukan. Menurut Fitria ini dilakukan agar pemenuhan kebutuhan keluarga tetap berjalan dan stabil.

Berikut Ini Tips Langkah Awal yang Bisa Diambil Ketika di-PHK:


1. Buat Daftar Harta


Poin pertama melakukan pencatatan jumlah aset yang dimiliki. Mulai dari uang pesangon, tabungan, investasi, emas, saham, kendaraan, dan sebagainya.


2. Hitung Harta Kekayaan


Usai menemukan jumlah banyaknya aset yang dimiliki, selanjutnya kamu bisa menghitung besaran pengeluaran sehari-hari. Ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana kamu dan keluarga dapat bertahan hidup dengan harta tersebut.

Baca juga: Menaker: Diaspora Berikan Modal Rp780 Ribu bagi Korban PHK


3. Hemat


Kamu seorang perokok? hentikan kebiasaan ini. Ubahlah gaya hidup sehemat mungkin, prioritaskan uang hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan mendesak.

Pangkas uang jajan seluruh anggota keluarga. Alokasikan uang makan hanya untuk makanan pokok. Selain itu, hindari pembelian barang-barang yang tidak perlu, sekalipun itu ada diskon besar.


4. Meminta Keringanan Kreditur


Apabila kamu memiliki cicilan, hubungi pihak kreditur untuk minta keringanan pembayaran. Bisa dari cicilan hutang, premi asuransi, pajak, dan juga kewajiban-kewajiban lainnya.

5. Carilah Peluang


Tak mungkin selamanya kamu hanya mengandalkan tabungan. So, mencari penghasilan baru harus segera dilakukan atau dieksekusi. Mencari pekerjaan terasa mustahil di tengah pandemi ini, coba komunikasikan dengan pasanganmu untuk bekerjasama mengenai bisnis apa yang bisa dilakukan guna menyambung hidup.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta