Pantau Flash
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar

Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi

Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global akibat pandemi COVID-19, neraca perdagangan Indonesia justru surplus sebesar USD13,5 miliar. Hasil ini lebih baik dibanding periode yang sama 2019, mengalami defisit sebesar USD2,24 miliar.

"Ini merupakan surplus tertinggi dalam 5 tahun terakhir, mengalahkan surplus pada 2017 sebesar USD11,84 miliar," katanya dalam seminar secara online.

Menteri Agus menjelaskan, komoditas pertanian dan perikanan menjadi penyumbang besar bagi neraca perdagangan Indonesia selama pandemi.

Baca juga: BPS: Ekspor Sektor Pertanian Tumbuh Bagus Sekali Capai 20,84 Persen

Data ekspor kumulatif dari bulan Januari-September 2020 mencatatkan bahwa sektor pertanian meningkat 11,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.

Sedangkan, sektor perikanan tumbuh sebesar 11,6 persen. Untuk sektor pertanian produk ekspor yang meningkat adalah buah-buahan, kacang- kacangan, sayuran dan produk hewan. Sementara bagi perikanan adalah ikan olahan dan udang.

"Hal ini memberikan sinyal optimisme bagi masyarakat dan pelaku pasar bahwa perekonomian Indonesia sudah on track atau di jalurnya menuju ke arah yang lebih baik," pungkasnya. 

Baca juga: Kemendag Berhasil Bawa Pelaku Usaha Jatim Tembus Pasar Internasional

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: