Pantau Flash
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar

Mengenal Cara Kerja Blockchain yang Sering Disangka Bitcoin

Mengenal Cara Kerja Blockchain yang Sering Disangka Bitcoin Ilustrasi uang digital. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Teknologi blockchain masih terasa asing bagi orang umum, padahal blockchain merupakan teknologi masa depan bagi dunia usaha.

"Teknologi blockchain adalah masa depan, datang bersama dengan Internet of Things (IoT) dan Inteligensi Buatan (AI)," ujar Co-Founder Global Blockchain Shanghai, Sam Lee dalam diskusi bertema "Let’s Talk Blockchain” di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Jauh Sebelum Adanya ATM dan Bitcoin, Ini Fakta Terbentuknya Uang

Selama ini, lanjut dia, blockchain kerap dihubungkan dengan bitcoin, padahal blockchain itu tidak selalu berhubungan dengan bitcoin (mata uang kripto).

Ia menegaskan bahwa teknologi blockchain bukan bitcoin. "Kami menggarisbawahi satu hal yang orang Indonesia masih belum paham bahwa bitcoin itu memang blockchain, tapi blockchain bukan bitcoin," ujarnya.

Ia mengemukakan secara sederhana blockchain merupakan rekaman buku besar yang terdesentralisasi, memeriksa dan memverifikasi setiap proses penarikan, pembayaran, dan perdagangan. Sementara bitcoin, lanjut dia, merupakan perkembangan dari hasil teknologi blockchain. 

Baca juga: Data Baru Ungkap Risiko Bitcoin! Bisa Bikin Amsyong

Teknologi blockchain, menurut Sam Lee, dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan transaksional dalam sektor keuangan. Teknologi blockchain juga membawa tingkat transparansi baru dalam ekosistem bisnis.

Kendati demikian, Sam Lee mengingatkan kepada pemerintah agar bersama-sama dengan pemangku kepentingan untuk menyiapkan aturan teknologi blockchain.

"Dengan begitu, teknologi blockchain dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: