Pantau Flash
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19
Biaya Suntik Vaksin COVID-19 Akan Ditanggung Pemerintah
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19

Objek Wisata di Sigi Diserbu Wisatawan Lokal

Objek Wisata di Sigi Diserbu Wisatawan Lokal pengunjung menikmati pemandangan dari atas bukit di lokasi wisata alam Bulu Tanda, Desa Sibedi, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (31/5/2020). Lokasi wisata perbukitan yang dikelola pemuda setempat dengan memanfaatkan Dana Desa itu ramai dikunjungi warga pada

Pantau.com - Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah di hari libur Lebaran Idul Adha 1441 Hijriah 2020 banyak diserbu wisatawan lokal dan dari Kota Palu.

Obyek wisata baru di Sigi yang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal adalah perbukitan indah "Bulu Tanda "di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola dan obyek wisata "Bendungan Misterius" di Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, pada lebaran kali ini menjadi pilihan para wisatawan untuk menikmati suasana alam di hari libur, Jumat (31/7/2020).

Baca juga: Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali untuk Wisatawan


Dua destinasi baru yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat dan pemerintah desa itu, diserbu wisatawan yang kebanyakan berasal dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Untuk masuk ke lokasi wisata tersebut, setiap pengunjung diharuskan membayar uang parkir kendaraan sebesar Rp5.000 dan pengunjung bebas menikmati panorama alam yang mengagumkan.

Salah seorang wisatawan asal Palu, Junaidi mengatakan setiap hari libur, ia mengajak istri dan anak-anaknya untuk mengunjungi obyek wisata bukit indah Bulu Tanda di Desa Sibedi dan juga Bendungan Misterius yang berada di antara Desa Porame dan Desa Balane, Kecamatan Kinovaro.

Menurut dia, kedua obyek wisata tersebut satu paket untuk dikunjungi karena jaraknya tidak terlalu berjauhan. Lagi pula, mudah untuk dijangkau kendaraan sepeda motor atau mobil, sebab jalannya sudah mulus atau diaspal.

"Tapi khusus untuk obyek wisata bukit indah Bulu tanda di Desa Sibedi, kendaraan tidak sampai di puncak. "Kita parkir kendaraan di bawa, lalu jalan kaki tidak sampai satu kilometer ke lokasi wisata," kata dia.

Begitu sampai di lokasi wisata, kata dia, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah dan spektakuler dari atas bukit sehingga rasa capek dan strespun langsung hilang bagaikan ditelan panorama alam perbukitan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Alam yang Aman Dikunjungi di Era Normal Baru


Begitu halnya dengan obyek wisata Bendungan Misterius. Meski terbilang baru dikembangkan masyarakat dan pemerintah desa setempat, tetapi banyak dikunjungi wisatawan lokal, khususnya di waktu-waktu liburan pekan (Sabtu dan Minggu).

Kebanyakan wisatawan yang datang adalah mereka yang sudah berkeluarga, sebab sangat disukai oleh kalangan anak-anak dan juga kaula muda. Novi, seorang pemudi asal Palu menyatakan kagum dengan kehadiran dua destinasi wisata baru di Kabupaten Sigi itu.

Ia mengatakan sejak dibukanya kedua obyek wisata tersebut, ia bersama beberapa rekannya meluangkan waktu di hari libur untuk mengunjungi kedua destinasi tersebut.

Selain bisa menikmati suasana dan panorama alam i sekitarnya, juga sangat bagus dan menarik untuk mengambil gambar (foto). "Lantar belakang pemandangan sangat indah dan menawan," ujarnya.

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata meminta pihak pengelola wisata untuk tetap patuhi protokol kesehatan COVID-19. Masa normal baru bukan berarti virus corona sudah hilang, tetapi perlu diwaspadai.

"Jangan sampai obyek wisata menjadi klaster baru penyebarang COVID-19 di tengah-tengan new normal atau tatanan kehidupan baru," kata bupati.

Pemerintah telah memberikan kelonggaran membuka obyek-obyek wisata, tetapi pihak pengelola maupun pengunjung wajib mentaati protokol kesehatan gugus COVID-19 agar tidak muncul lagi kasus baru positif COVID-19.

Menurut bupati, jika semua pihak patuhi protokol kesehatan,niscana mata rantai penyebaran virus corona dapat diputuskan sampai tuntas.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: