Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
Fraksi PKB-PSI Tolak Raperda Depok sebagai Kota Religius
Kejagung Periksa Empat Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk DKI Jakarta
Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan
Ingat, Hari Ini Terakhir Cetak Ulang Kartu UTBK

Selama Pandemi COVID-19, IMF: Data Ekonomi Tak Akurat

Headline
Selama Pandemi COVID-19, IMF: Data Ekonomi Tak Akurat IMF. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut data perekonomian jadi tak akurat akibat pandemi COVID-19. Sejatinya, data ekonomi yang akurat dibutuhkan untuk menentukan keputusan dan kebijakan selama krisis.

“Pandemi COVID-19 telah mengganggu produksi banyak statistik utama,” tulis laporan IMF dalam laman resminya.

Virus Korona pertama kali muncul di kota Wuhan di China Desember lalu. Sejak itu, COVID-19 telah menginfeksi sekitar 5,8 juta orang dan membunuh lebih dari 360.000 orang di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: IMF Sebut Ekonomi Global Membaik, Ekonom: Itu Prediksi Konservatif

"Tanpa data yang dapat diandalkan, pembuat kebijakan tidak dapat menilai seberapa parah pandemi ini berdampak pada ekonomi, dan mereka juga tidak dapat memantau pemulihan dengan tepat,” tulis IMF.

Salah satu rintangan penting dalam menghasilkan statistik ekonomi yang andal dan tepat waktu selama pandemi adalah kebijakan lockdown yang membuat staf kantor statistik nasional bekerja di rumah, tambah IMF.

“Misalnya, perhitungan harga eceran sering kali memerlukan kunjungan fisik ke toko-toko tetapi saat ini tidak memungkinkan di banyak negara,” jelas IMF.

"Demikian pula, mensurvei bisnis tentang rencana produksi dan investasi mereka sulit karena banyak yang telah ditutup sementara atau tidak punya sumber daya untuk menanggapi kuesioner statistik," tulisnya lagi.

Adapun gangguan semacam ini akan menyebabkan data harga dan produksi ditunda atau diperkirakan berdasarkan informasi parsial, menurut IMF.

Baca juga: IMF: Proyeksi Pertumbuhan di Asia 0 Persen

Pandemi yang sedang berlangsung juga menyoroti pentingnya data yang sering diperbarui yang memungkinkan para pembuat kebijakan untuk membuat "keputusan terbaik," kata dana itu. Banyak statistik resmi tradisional "tidak cukup terkini untuk berguna pada saat ini," tambahnya.

Karena itu, IMF mengatakan ada cara untuk mengatasi tantangan itu, termasuk menggunakan sumber informasi alternatif. Contohnya, harga eceran yang hilang karena penutupan toko dapat diganti dengan harga online, jelasnya. Disebutkan bahwa beberapa negara telah memulai beberapa upaya ini.

"Gangguan data yang signifikan karena pandemi COVID-19 membutuhkan metode pengumpulan data dan sumber data yang inovatif," tutup IMF. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: