Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut

Headline
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut Keadaan di wilayah pelabuhan yang mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi sehari sebelumnya di Beirut, Lebanon. (Foto: Reuters/Mohamed Azakir via Antara)

Pantau.com - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat akan membantu otoritas di Lebanon untuk menyelidiki penyebab ledakan dahsyat 4 Agustus, yang meluluhlantakkan Beirut dan menewaskan 172 orang.

"Atas permintaan Pemerintah Lebanon, FBI bersedia memberikan bantuan penyelidikan kepada mitra kami Lebanon dalam penyelidikan mereka terkait ledakan di Pelabuhan Beirut 4 Agustus," kata markas besar FBI melalui pernyataan kepada Reuters.

Baca juga: Pasca Ledakan, Persediaan Pangan Lebanon Hanya Cukup untuk 1 Bulan Kurang

"Karena ini bukan penyelidikan FBI, maka FBI tidak akan menambahkan pernyataan untuk saat ini. Pertanyaan lebih lanjut akan diarahkan langsung ke otoritas Lebanon sebagai penyidik utama," tambahnya.

Seorang pejabat penegak hukum mengatakan FBI tidak dapat memberi penjelasan secara spesifik tentang bantuan yang mereka tawarkan dan apakah agen FBI sedang dalam perjalanan menuju Beirut.

Badan pemerintah AS secara terbuka belum menyampaikan pernyataan atau materi apa pun mengenai pandangan penyelidik maupun badan intelijen AS tentang penyebab ledakan.

Baca juga: Presiden Lebanon Siapkan Hukuman Berat Terkait Ledakan Dahsyat di Beirut

Namun, sumber pemerintah AS secara pribadi mengungkapkan bahwa, berdasarkan bukti yang ada, badan-badan  AS yakin bahwa ledakan di hanggar, tempat penyimpanan amonium nitrat dalam jumlah besar yang berpotensi mudah menguap, kemungkinan besar merupakan sebuah kecelakaan.

Namun, mereka masih mengumpulkan data dan masih mempertimbangkan kemungkinan bahwa ledakan itu seperti serangan yang sengaja dilakukan, menurut sumber tersebut.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: