Pantau Flash
Kasus Harian Positif di RI Bertambah 2.307 per 14 Agustus 2020
Lampu Lalu Lintas akan Menyala Merah di Peringatan Detik-detik Kemerdekaan
Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Vaksin Korona Merah Putih Siap Digunakan pada 2022
Putra Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK Nawawi di Garuda Kelas Bisnis

Hong Kong Catat Kematian Pertama Virus Korona, China Akui Kekurangannya

Hong Kong Catat Kematian Pertama Virus Korona, China Akui Kekurangannya China telah memberlakukan pembatasan ketat untuk mencoba dan mengekang penyebaran virus corona. (Alex Plavevski/EPA)

Pantau.com - Kematian akibat virus korona di luar China kembali dilaporkan. Setelah Filipina, kini Hong Kong mencacat korban pertama meninggal dunia akibat wabah 2019-nCov pada Selasa (4/2/2020).

Sementara itu, korban tewas akibat korona di China melonjak hingga 425 orang, dengan China yang mengakui kekurangan dalam mengatasi wabah ini.

Dilansir Al Jazeera, kasus kematian pertama korona di Hong Kong terjadi pada seorang pria berusia 39 tahun dari Wuhan --tempat virus korona pertama kali ditemukan-- yang memiliki masalah kesehatan mendasar.

Ini merupakan kematian kedua yang tercatat di luar Tiongkok, setelah sebelumnya Filipina mengumumkan ada hari Minggu kemarin.

Baca juga: China Kecam Negara yang Membatasi Perjalanan dari Hubei

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 64 kematian baru pada dini hari tadi. Informasi ini mengungkap peningkatan harian terbesar sejak virus pertama kali terdeteksi pada akhir tahun lalu.

Wuhan dan provinsi Hubei di sekitarnya, telah secara efektif ditutup aksesnya selama lebih dari seminggu. Saat ini, ada 20.438 orang yang dikonfirmasi telah terjangkit virus korona.

Pada Senin malam, 3 Februari 2020, Komite Tetap Politbiro --pemimpin tertinggi Tiongkok-- melakukan pertemuan di Beijing dan mengakui adanya "kekurangan dan kesulitan" dalam mengatasi wabah tersebut.

"Ini jenis bahasa yang sangat langka untuk didengar," kata Adrian Brown dari Al Jazeera Hong Kong. "Ini adalah kepemimpinan senior partai yang pada dasarnya mengakui bahwa mereka telah mengecewakan rakyat. Mereka mengatakan para pejabat yang melakukan kesalahan akan dihukum. Dan mengatakan China harus memperbaiki cara mereka menanggapi keadaan darurat nasional semacam ini di masa depan."

Baca juga: Selidiki Virus Korona, Tim WHO Berangkat ke China

Di sisi lain, negara-negara di dunia telah bergegas melakukan evakuasi terhadap warganya dari Hubei dan kota di sekitarnya. Sementara itu, banyak juga yang melakukan pembatasan perjalanan yang luar biasa bagi para pelancong ke dan dari daratan China.

Sekitar 150 kasus telah dilaporkan di hampir 25 negara lain, dengan Amerika Serikat melaporkan kasus kedua penularan dari manusia ke manusia pada hari Senin.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: