Pantau Flash
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses
Erick Thohir Minta BUMN dan Swasta Bersaing Bangun Indonesia
Sri Mulyani: Diskon Harga Tiket Pesawat Bisa Mencapai 50 Persen
Komisi I DPR Setuju Pemerintah Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

4 'Kerajaan' Halu yang Sempat Hebohkan Indonesia

Headline
4 'Kerajaan' Halu yang Sempat Hebohkan Indonesia Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Masyarakat Indonesia belakangan ini selalu dihebohkan dengan munculnya kerajaan baru. Indonesia memang dulunya adalah negeri yang memiliki beragam kerajaan. 

Berbeda dengan kerajaan dahulu, sebut saja Sunda Empire hingga Keraton Agung Sejagat. Tak heran jika masyarakat yang saat ini menyebutnya kerajaan halu. Lalu, sebenarnya ada berapa banyak sih kerajaan halu yang ada di Indonesia ini? Berikut Pantau.com rangkum untuk Anda, kerajaan-kerajaan halu di Indonesia yang masih laku dilansir dari berbagai sumber.

Baca juga: Infografis Mengenal 5 Kerajaan Legendaris Indonesia yang Disegani Dunia

1. Keraton Agung Sejagat

Ilustasi Keraton Agung Sejagat. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Kehebohan di masyarakat kembali dipicu oleh munculnya kerajaan Keraton Agung Sejagat. Kerajaan ini dipimpin seorang raja yang dikenal dengan istilah Sinuhun. Pria bernama Totok Santosa Hidiningrat lah yang menjadi raja di Keraton Agung Sejagat ini. Sementara ratunya bernama Syah Gitarja atau biasa dipanggil Kanjeng Ratu.

Keraton Agung Sejagat ini mengklaim dirinya muncul untuk menunaikan janji 500 tahun setelah keruntuhan Majapahit. Kerajaan ini juga mengklaim memiliki wilayah kekuasaan meliputi seluruh negara di dunia.

Halunya lagi, si Raja Agung Sejagat yang memiliki gelar 'Rake Mataram Agung Joyo Kusumo Wangsa Sanjaya Sri Ratu Indra Tanaya Hayuningrat Wangsa Syailendra yang Menjadi Kaisar Dunia' pun mengklaim bahwa kekuasaan mereka begitu luas bahkan menguasi sejumlah fasilitas seperti Departemen Pertahanan AS Pentagon.

Alih-alih mencuri perhatian rakyat yang berminat untuk masuk ke kerajaannya, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ini justru dibekuk polisi. Mereka diketahui meminta pengikutnya yang berjumlah sekitar 450 orang untuk membayar Rp3 juta hingga Rp30 juta. Toto akhirnya mengaku jika dirinya selama ini hanyalah membuat kerajaan palsu untuk mendapatkan keuntungan dari para korbannya.

2. Sunda Empire

Keberadaan Sunda Empire. (Foto: ANTARA/Tangkapan Layar Video/Dokumentasi Pribadi)

Belum selesai tentang Keraton Agung Sejagat, muncul kerajaan baru nan halu bernama "Sunda Empire". Ungguhan video tentang Sunda Empire sempat beredar di salah satu kanal YouTube yang diunggah oleh akun bernama Alliance Press International. Selain itu, sejumlah konten mengenai Sunda Empire itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Salah satu video yang tersebar, berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti militer lengkap dengan topi baret. Salah satu dari mereka ada yang berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020.

Sama halnya dengan Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire memiliki banyak pengikut dan juga pemikiran soal pemerintahan dunia yang berada di bawah kendali mereka. 

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana mengklaim hanya Sunda Empire yang mempu menghentikan nuklir. Ia menyebut keberadaan kerajaan ini telah melahirkan tatanan bumi dan menyelamatkan umat keseluruhan.

Tak sampai disitu, kehaluan petinggi Sunda Empire ini juga mengklaim bahwa PPB dan Pentagon lahir di Bandung. Ia juga tak tanggung-tanggung menyebut nama pendiri Alibaba, Jack Ma dan miliuner AS, Bill Gates akan berada dalam pertemuan empire sistem. Ia juga mengatakan saat ini kelompoknya sedang melakukan persiapan acara pertemuan ibu negara dan ratu seluruh dunia.

Keberadaan Sunda Empire itu dinilai sama seperti Keraton Agung Sejagat. Karena mereka menggunakan seragam-seragam serupa seragam militer lengkap dengan atributnya, yang tidak jelas asal-usulnya.

Baca juga: Kenapa Masyarakat Percaya pada Kerajaan Baru? Begini Kata Cendikiawan

3. Kerajaan Ubur-ubur

Ratu Kerajaan Ubur-ubur (Youtube)

Belum ramai soal Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, Kerajaan Ubur-ubur di Banten lebih dulu membuat heboh masyarakat Tanah Air. Dibentuk oleh pasangan suami istri, Kerajaan Ubur-Ubur dibangun berlandaskan wangsit yang diterima oleh keduanya.

Aisyah Tusalamah yang mengklaim dirinya sebagai Ratu dari sekte Kerajaan Ubur-Ubur dalam sebuah video yang saat itu beredar menyebut Muhammad adalah wanita, Ka’bah bukan kiblat umat Islam, hingga mengaku sebagai perwujudan Tuhan.

Selain itu, Aisyah, lewat Kerajaan Ubur-Ubur yang dipimpinnya, juga mengaku sebagai sosok yang mampu membantu Indonesia melunasi hutangnya. Halunya lagi, ia juga mengklaim dirinya mampu membuka kunci harta kekayaan Nusantara.

Sayangnya, nasib sekte ini berakhir seperti Keraton Agung Sejagat. Ratu dan raja diringkus kepolisian dan harus menerima hukuman atas hasutannya.

4. Kerajaan Takhta Suci

Lia Aminudin (tengah) atau Lia Eden mendapat hukuman penjara hingga dua tahun di tahun 2006. (Reuters/Crack Palinggi)

Nama Lia Eden mungkin tak pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, ia mungkin menjadi pelopor kerajaan halu di Tanah Air dengan nama "Kerajaan Tahta Suci". Kerajaan ini mulai muncul di permukaan pada tahun 1999, saat Lia Eden bersama dengan pengikutnya yang dikenal sebagai sekte Salamullah melakukan ritual perang dengan Raut Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Tujuannya, membasmi Nyi Roro Kidul, tokoh mitologi Samudera Hindia yang dianggap simbol kemusyrikan.

Kehaluannya juga membuat dirinya terkenal ketika mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria dan mengatakan anaknya Ahmad Mukhti sebagai reinkarnasi Yesus Kristus.

Pada Juni 2009, Lia Eden harus mengakhiri dinasti Kerajaan Takhta Sucinya lantaran Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menghukumnya 2 tahun penjara setelah terbukti melanggar pasal soal penistaan dan penodaan agama. Namun, pengikut sektenya sejak tahun 2003 mengubah nama menjadi Kaum Eden.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Nasional

Berita Terkait: