Pantau Flash
Kemenkes Catat 1,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19
Bertambah 8.493, Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Kini 1.314.634
Buntut Penembakan TNI Cengkareng, Propam Polri Larang Polisi ke Kafe dan Minum Miras
Sebanyak 4.269 Pasien COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet
Bripka CS Jadi Tersangka Penembakan Anggota TNI di Cengkareng

Dokter Spesialis Sebut Tak Ada Efek Samping Berat Akibat Vaksin Covid-19

Headline
Dokter Spesialis Sebut Tak Ada Efek Samping Berat Akibat Vaksin Covid-19 Ilustrasi vaksin COVID-19 (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) dr Velma Herwanto SpPD PhD mengatakan vaksin COVID-19 dapat membantu menurunkan penyebaran virus tersebut di masyarakat.

“Vaksin itu bekerja dengan melindungi individu terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 itu. Apabila infeksi tetap terjadi, derajat beratnya penyakit pun akan lebih ringan. Semakin banyak jumlah orang yang divaksinasi, kekebalan masyarakat pun akan terbentuk,” ujar Velma dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Momen Ariel Noah Divaksin Covid-19, Kaosnya Bikin Gagal Fokus

Dia menambahkan vaksin yang digunakan di Indonesia tergolong aman karena telah melalui uji klinis. Dari uji klinis tersebut disimpulkan bahwa vaksin terbukti aman. Efek samping yang timbul minimal, seperti demam, menggigil, sakit kepala dan kelelahan.

"Tidak ada efek samping berat yang dilaporkan, kecuali reaksi alergi anafilaksis yang umumnya timbul pada orang yang memiliki riwayat alergi obat sebelumnya. Risiko itu diminimalkan dengan melakukan pengawasan selama 30 menit setelah vaksinasi.

Velma juga menyarankan pemerintah aktif melakukan sosialisasi mengenai vaksinasi tersebut, khususnya terkait keamanannya melalui banyak hal.

"Selain melakukan ajakan vaksinasi, pemerintah sebaiknya juga menyampaikan data mengenai efikasi dan keamanan vaksin, baik melalui visual interaktif, penyampaian data dalam bentuk angka, serta pendekatan personal dengan bantuan pemuka masyarakat dan aparat untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman untuk digunakan,” ujar dia.

Baca juga: Jawa Barat Fokus Penerapan WFH di Bodebek-Bandung Raya pada 11 Januari

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: