Eks Penyidik KPK Tertidur di Sidang Putri Candrawathi, Lelah ya?

Headline
Eks Penyidik KPK, rasamala Aritonang, kedapatan tertidur saat sidang - Pantau.comEks penyidik KPK, Rasamala Aritonang, tertidur saat pembacaan pledoi Putri Candrawathi - (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Pemandangan menarik terlihat dalam sidang pledoi atau nota pembelaan terdakwa pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2023). Salah satu pengacara Putri yang juga merupakan eks penyidik KPK, Rasamala Aritonang, kedapatan tertidur.

Terjadi Saat Pembacaan Pledoi Putri Candrawathi

Momen itu terjadi saat pengacara Putri yang lain membacakan pembelaan. Sambil menyandarkan kepala ke arah kursi belakang, dan masih menggenggam handphonenya, Rasamala tampak enak sekali memejamkan matanya.

Saat pledoi dibacakan, Rasamala sendiri duduk di bagian belakang tim pengacara Putri Candrawathi. Sementara itu, rekannya yang juga mantan pegawai KPK, Febri Diansyah, terpantau sedang melihat atau memainkan handphonenya.

Baca juga: Alasan Putri Candrawathi Ganti Baju “Seksi” di Rumah Duren Tiga

Rasa Lelah Terlihat di Wajahnya

Beberapa menit memejamkan mata, ia juga sesekali membuka matanya. Tapi kemudian kembali memejamkan mata lagi. Rasa lelah terlihat di wajahnya.

Berjalan dari Sekitar Pukul 11.00 WIB

Putri Candrawathi mulai membacakan nota pembelaan atas kasus pembunuhan Brigadir Yosua pada sekitar pukul 11.00 WIB. Sampai saat ini, pembacaan pledoi tersebut masih berlangsung.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak pernah merencanakan atau bersama-sama membunuh Yosua.

“Surat ini saya tulis sebagai penjelasan saya secara langsung di depan persidangan yang sangat terhormat ini bahwa saya tidak pernah sekalipun memikirkan merencanakan ataupun bersama-sama membunuh siapapun,” kata Putri.

Putri mengatakan bahwa apa yang sampaikan dalam nota pembelaan ini bukan sebuah pembenaran atau sangkalan atas peristiwa pembunuhan berencana ini.

“Bukan lah pembenaran ataupun sangkalan terhadap peristiwa yang saya alami. Sesuatu yang tidak pernah saya inginkan sedikitpun yang akhirnya merenggut kebahagiaan keluarga sekaligus kehormatan saya sebagai perempuan,” katanya.

Putri juga berharap kalau Tuhan mengizinkan, ia ingin dapat kembali memeluk anak-anaknya dalam kasih sayang seorang ibu.

“Semoga saya bisa kembali memeluk putra-putri bahkan yang paling dalam merasakan hangat tubuh mereka dalam kasih sayang seorang ibu,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Syahrul Ansyari
Penulis
Syahrul Ansyari