Pantau Flash
Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei
Kemenag: Tak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1442 H Teramati di Indonesia Secara Astronomis
Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Ied Tahun Ini
KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai yang Tak Lolos TWK
Kemenparekraf Pastikan Destinasi Wisata Terapkan Prokes saat Libur Lebaran

Pemerintah Pastikan Pengembangan PPKM Mikro di Sejumlah Provinsi

Headline
Pemerintah Pastikan Pengembangan PPKM Mikro di Sejumlah Provinsi Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (ANTARA/Andi Firdaus)

Pantau.com - Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan mengembangkan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di sejumlah provinsi setelah beberapa provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Hal ini disampaikan Wiku mengingat pemberlakuan PPKM mikro di beberapa provinsi prioritas di Pulau Jawa dan Bali menunjukkan hasil positif.

"Melihat hasil positif ini, pemerintah akan mengembangkan penerapan PPKM mikro di berbagai provinsi lain yang memiliki proporsi kasus aktif besar, sehingga kasus aktif dapat dikendalikan dengan baik," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Diperluas di 3 Provinsi

Dia mengatakan capaian pemberlakuan PPKM mikro di provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali yang sudah berhasil, juga perlu dipertahankan agar laju penularan dapat terus ditekan berkelanjutan.

Di sisi lain, kata Wiku, pemerintah juga terus mengetatkan skrining di pintu-pintu masuk Indonesia untuk mencegah masuknya imported case, sehingga varian-varian COVID-19 dari luar negeri tidak masuk dan menyebar di Indonesia.

"Pengetatan ini sesuai Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021. Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk mematuhi seluruh ketentuan berlaku dalam surat edaran tersebut, sehingga kita dapat bersama-sama menjaga dan melindungi Indonesia dari berbagai varian COVID-19 yang berkembang di berbagai negara," tuturnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: