Pantau Flash
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru

Peras Mahasiswi Puluhan Juta, Polisi Gadungan Ditangkap Polisi Sungguhan

Peras Mahasiswi Puluhan Juta, Polisi Gadungan Ditangkap Polisi Sungguhan Polres Kendari saat merilis kasus penangkapan polisi gadungan, di Kendari, Jumat. (Foto: Antara/Harianto)

Pantau.com - Seorang polisi gadungan ditangkap usai menipu dan memeras seorang mahasiswi di Kota Kendari. Wakapolres Kendari Kompol I Gusti Gde Raka Mertayasa, saat merilis kasus penangkapan itu, Jumat (14/2/2020), mengungkapkan, tersangka berinisial LE (26).

"Tersangka ditangkap pada Rabu tanggal 12 Februari 2020, sekitar pukul 23.00 Wita di tempat kos tersangka, di Jalan Lasitarda, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kendari," ungkapnya.

Baca juga: Polda Jabar Akan Cek Kedubes Soal Klaim Deposito Sunda Empire di Bank Swiss

Ia menjelaskan, modus operandi tersangka, yaitu datang ke rumah kost korban dan tersangka mengaku sebagai anggota Kepolisian Buser 77 Kendari untuk menakut-nakuti korban saat itu.

"Tersangka memperlihatkan replika senjata dan borgol serta mengancam membuka rahasia pribadi korban kepada keluarganya sehingga korban merasa tertekan dan takut pada saat itu," jelasnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Info Terbaru Kepemilikan Ekstasi Lucinta Luna

Kemudian tersangka, lanjutnya, meminta uang damai, kepada korban sebesar Rp20 juta, akan tetapi korban hanya sanggup sebesar Rp5.950.000. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki apakah ada korban lainnya.

Dari tangan tersangka yang kesehariannya berprofesi sebagai anggota satuan pengamanan (satpam) di salah satu bank ini, polisi mengamankan satu buah pistol replika, borgol, uang tunai Rp700 ribu, serta seragam polisi lengkap dengan atribut dan tanda pangkat.

Kini akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 368 subsider Pasal 369 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: