Pantau Flash
Erick Thohir: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terus Jalan
Warga Padang Dilarang Keluar Malam dari Pukul 22.00-06.00 WIB
Kota Tegal Resmi Karantina Wilayah
Olahraga Indonesia Fokus Menangani COVID-19
Pemprov Jabar Resmi Keluarkan Maklumat Larangan Mudik dan Piknik

Presiden Jokowi di Hadapan Anggota Senat Australia: 'Good Day Mate'

Presiden Jokowi di Hadapan Anggota Senat Australia: 'Good Day Mate' Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers bersama dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di gedung parlemen di Canberra, Australia, Senin (10/2/2020). (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di hadapan Perdana Menteri Australia Scott Morrison serta para anggota senat dan "House of Representative" dengan mengucapkan sapaan "good day mate".

"Selamat siang, good day mate. Saya merasa terhormat dapat berbicara di hadapan seluruh anggota Senat dan House Australia. Tanggal 2 Februari yang lalu, satu pleton Zeni dari TNI, serta sejumlah personel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana meninggalkan Indonesia menuju New South Wales," kata Presiden Joko Widodo di gedung Parlemen, Canberra, Australia, Senin (10/2/2020).

Presiden Joko Widodo adalah kepala negara ke-12 yang diberikan kesempatan bicara di hadapan parlemen dalam sejarah Australia dan menjadi yang pertama untuk berbicara pada 2020. Selama sekitar 16 menit, Presiden Jokowi menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia di hadapan dua kubu parlemen yaitu dari koalisi Partai Liberal dan koalisi Partai Buruh.

Baca juga: Jokowi Gunakan Bahasa Indonesia Berpidato di Hadapan Parlemen Australia

Sebelum Presiden berpidato, ketua partai Liberal sekaligus PM Australia Scott Morrison serta Ketua Partai Buruh Australia Anthony Albanese juga menyampaikan pidato mengenai Indonesia dan sosok Presiden Jokowi. "Satu tujuan mereka bekerja bahu membahu dengan rakyat Australia untuk menangani kebakaran hutan di Australia dan di saat yang sama Tim Indonesia dan Australia juga sedang membahas penjajagan kerja sama untuk modifikasi cuaca," tambah Presiden.

Pada 23 Desember 2019 lalu, menurut Presiden, ia telah menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada PM Scott Morrison, bahwa Indonesia akan selalu bersama Australia di masa sulit.

"Saat ayahanda PM Morrison meninggal dunia, saya dan rakyat Indonesia ikut merasakan duka PM Morrison dan keluarga. Sahabat sejati adalah yang selalu bersama dalam suka dan duka. 'A friend in need is a friend indeed'," ungkap Presiden.

Menurut Presiden, Australia selalu berada di samping Indonesia saat Indonesia terkena musibah. Rakyat Indonesia tidak akan pernah lupa bantuan Australia saat bencana tsunami tahun 2004 di Aceh dan Nias.

"Sembilan tentara Australia telah gugur membantu sahabatnya yang tengah berduka di Aceh dan Nias. Mereka adalah patriot, mereka adalah sahabat Indonesia, mereka adalah Pahlawan Kemanusiaan," ungkap Presiden.

Baca juga: Infografis Survei IPO: 5 Menteri Jokowi-Ma'ruf Paling Disukai Masyarakat

Menurut Presiden, Indonesia dan Australia ditakdirkan sebagai tetangga dekat. "Kita tidak bisa memilih tetangga, tidak bisa. Namun kita memilih untuk bersahabat. Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia," tambah Presiden.

Menurut Presiden, meskipun Indonesia dan Australia memiliki budaya yang berbeda. Namun kita memiliki nilai-nilai yang sama, kemajemukan, keberagaman, etnis, dan toleransi, demokrasi, dan penghormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

"61 tahun yang lalu tahun 1959, Perdana Menteri Robert Menzies, pada saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada, almamater saya. beliau berkata: 'We have 10 times as much in common than we have in difference'," tambah Presiden.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: