Pantau Flash
Nissan Pastikan Tutup Pabrik di Indonesia
Pemerintah Segera Terbitkan Protokol Latihan dan Kompetisi Olahraga
Dinkes Jakpus Pendatang Tanpa SIKM Harus Tes Swab Biaya Sendiri
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru

TNI-Polri Diklaim Sudah Kuasai Sejumlah Perkampungan Tembagapura dari KKB

Headline
TNI-Polri Diklaim Sudah Kuasai Sejumlah Perkampungan Tembagapura dari KKB Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata, mengklaim, sejumlah perkampungan sekitar Kota Tembagapura kini sudah dikuasai oleh aparat gabungan TNI dan Polri setelah lokasi itu sebelumnya dikauasi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Sebagian sudah kita kuasai. Tentunya ada strategi lebih lanjut untuk segera mengamankan seluruh kampung-kampung di sekitar Tembagapura, khususnya Kampung Opitawak dan Banti. Kami tidak akan gegabah masuk ke sana untuk meminimalisasi jatuhnya korban dari aparat kita," kata AKP Era Adhinata di Papua, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: KKB Tebar Teror, Ribuan Orang Terpaksa Diungsikan dari Tembagapura

Adhinata mengungkapkan bahwa kawasan sekitar Polsek Tembagapura, termasuk Kampung Utikini yang selama ini sering kali menjadi lokasi persembunyian KKB untuk melakukan teror penembakan, sepenuhnya sudah dikuasai oleh aparat TNI/Polri.

"Gunung-gunung yang ada di belakang Polsek Tembagapura itu sudah kita kuasai semuanya," ungkapnya.

Drinya menuturkan, penegakan hukum terhadap KKB yang melakukan teror penembakan baru bisa dilakukan efektif setelah seluruh warga empat kampung sekitar Tembagapura, yaitu Kimbeli, Banti 1, Banti 2, dan Opitawak dievakuasi ke Timika lebih dari sepekan lalu. Awalnya, aparat fokus menguasai Kampung Utikini, lokasi penembakan.

Adhinata mengatakan, pada 13 Maret 2020 lalu aparat gabungan TNI/Polri berusaha menyeberang ke lokasi persembunyian KKB, tepatnya di Bukit Sangker.

Pada saat itu, menurutnya, terjadi kontak senjata pertama kali. Dua hari kemudian terjadi lagi kontak senjata. Aparat mengamankan beberapa pucuk senjata di sana dan menembak mati empat anggota KKB.

Berdasarkan hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian disebutkan bahwa senjata milik KKB yang ditemukan di lokasi kontak tembak, daerah Wini, diketahui merupakan senjata hasil rampasan dari Polsek Pirime pada tahun 2012.

Berikutnya, satu senjata hasil rampasan dari Polsek Kuririk di akhir 2015. Satu lagi senjata api jenis Thomson milik KKB yang diamankan hingga kini masih diselidiki lantaran tidak diketahui nomor serinya.

Adapun jenazah empat anggota KKB yang tertembak saat kontak senjata pada tanggal 15 Maret itu sudah dibakar oleh kelompoknya.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya mengetahui nama-nama empat orang itu dari media sosial milik KKB. Mereka sudah memberikan pernyataan yang membenarkan meninggalnya empat orang tersebut dan dua orang lainnya luka-luka lengkap dengan pangkat-pangkatnya.

"Bahkan, jenazah berjenis kelamin perempuan itu pangkatnya letnan kolonel," katanya.

"Masih ada juga kelompok lain yang terlibat. Kami tidak bisa secara langsung menguasai semua wilayah, harus secara bertahap satu demi satu. Kalau mereka melakukan perlawanan, tentu kami akan melakukan tembakan balasan," sambungnya.

Baca juga: Diteror KKB, Sekitar 900 Warga Terpaksa Mengungsi

Kapolres menegaskan aparat TNI/Polri kini terus berupaya menguasai semua perkampungan sekitar Tembagapura dari keberadaan KKB. Ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya mengembalikan kondisi di sana seperti semula sehingga masyarakat yang saat ini turun di Timika bisa kembali ke kampung mereka untuk menjalani kehidupan secara normal.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: