Pantau Flash
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni

Yurianto: Mari Budayakan Cara Hidup Baru The New Normal

Yurianto: Mari Budayakan Cara Hidup Baru The New Normal Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. (Foto: Antara)

Pantau.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam berkegiatan menjelang Idul Fitri 1441 H.

"Kita pahami bersama aktivitas masyarakat secara tradisional menjelang Idul Fitri akan meningkat. Kami tidak melarang, tetapi mengingatkan tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan," kata Yurianto saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Protokol kesehatan yang terus disosialisasikan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker bila terpaksa bepergian, tetap di rumah, menjaga jarak setidaknya satu meter, dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Fachrul Razi: Kegembiraan Idul Fitri Jangan Hilang tapi Waspada COVID-19

Menurut Yuri, protokol kesehatan tersebut adalah upaya yang harus dilakukan terus menerus bila ingin memutus penularan virus korona penyebab COVID-19.

"Mari kita budayakan cara-cara hidup baru dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat. Itu cara hidup normal baru yang harus kita lakukan," tuturnya.

Norma hidup normal yang baru tersebut termasuk membangun kesepakatan di masyarakat, misalnya bila memiliki kepentingan untuk ke pasar atau ke toko, untuk bergantian sehingga tidak terjadi penumpukan dan kerumunan.

"Lebaran semakin dekat dan kebutuhan meningkat. Hati-hati dan tetap cegah penularan COVID-19. Kita bisa atur giliran dan bergantian ke toko dan warung untuk tetap menjaga jarak," katanya.

Baca juga: Kasus COVID-19 RI Tembus 20 Ribu, Nyaris 1.000 Orang Positif Hari Ini

Yuri mengatakan protokol kesehatan tersebut penting untuk menjadi kebiasaan baru karena COVID-19 belum ditemukan vaksinnya yang bisa digunakan untuk menciptakan kekebalan terhadap virus korona.

"Para ahli sedang bekerja keras menciptakan vaksin untuk virus korona penyebab COVID-19. Kita tidak mungkin tetap diam pada situasi seperti ini, maka harus berupaya agar tidak sampai terinfeksi," katanya.

Yuri mengatakan, kebiasaan-kebiasaan baru yang menciptakan kehidupan normal yang baru adalah modal utama agar tidak terinfeksi virus corona penyebab COVID-19. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: