Pantau Flash
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240
MUI: Jika Mal Sudah Direlaksasi, Masjid Tentu Juga Sudah Bisa!
1,8 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek di Tengah Larangan Mudik COVID-19

Studi Ungkap Kematian Akibat Konsumsi Alkohol Meningkat, Terutama Perempuan

Headline
Studi Ungkap Kematian Akibat Konsumsi Alkohol Meningkat, Terutama Perempuan Minuman Alkohol. (Foto: iStock)

Pantau.com - Kematian akibat mabuk dan kelebihan makan semakin meningkat dalam dua dekade terakhir. Bahkan konsumsi alkohol per orang naik 8 persen.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme selama 1999-2017, tiga perempat dari korban kematian itu merupakan kaum pria. 

Namun peningkatan kematian akibat alkohol dan makanan berlebih untuk wanita justru meningkat lebih cepat, yakni 85 persen. Sangat jauh dengan peningkatan kematian untuk yang sekitar 39 persen. Penelitian itu juga mengungkap bahwa total kematian akibat alkohol di Amerika Serikat mencapai 72.558 pada tahun 2017.

Angka itu naik dari 35.914 dibandingkan pada 1999, dengan hampir sepertiga kematian berkaitan dengan penyakit hati. Lebih dari 18 tahun, totalnya hampir 1 juta.

"Laporan itu adalah peringatan tentang ancaman alkohol yang semakin meningkat bagi kesehatan masyarakat," kata Direktur George Koob dari institut itu, seperti dilansir dari TIME.

Baca juga: Infografis Manfaat Tak Terduga Minuman Beralkohol Jika Diminum Sewajarnya

"Kematian terkait alkohol yang melibatkan cedera, overdosis, dan penyakit kronis meningkat di seluruh populasi," tambahnya.

Sebuah studi baru menyimpulkan tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang aman untuk kesehatan. 

Tingkat kematian yang lebih tinggi di antara peminum berusia muda dan yang lebih tua dapat meningkatkan kekhawatiran bagi para ahli kesehatan masyarakat.

"Bahkan jika tingkat konsumsi alkohol dan bahaya terkait alkohol tetap sama, jumlah kunjungan perawatan kesehatan yang terkait alkohol dan kematian dapat meningkat secara substansial. Sehingga meningkatkan keseluruhan beban alkohol pada kesehatan masyarakat," demikian dituliskan dalam penelitian yang diterbitkan dengan judul "Alkoholisme: Penelitian Klinis dan Eksperimental."

Sementara itu untuk wanita, tingkat tertinggi kematian terkait alkohol terjadi pada 1999. Terjadi pada rentan usia 65-74 tahun, diikuti oleh usia 55 hingga 64. Pada 2017, kematian akibat alkohol paling banyak dialami wanita berusia 55 hingga 64 tahun. Kemudian usia 45 hingga 54 tahun. 

Terjadi peningkatan tahunan pada kematian untuk wanita melonjak menjadi 5,2 persen setahun di 2010-2017 dari 2,1 persen setahun di 1999-2010. Data tersebut dibuktikan melalui sertifikat kematian berdasarkan penelitian. "Peningkatan pesat dalam kematian akibat alkohol di kalangan wanita telah meresahkan dan sebanding dengan peningkatan konsumsi alkohol di antara wanita selama beberapa dekade terakhir," kata Koob.

Studi tersebut mengatakan wanita memiliki risiko lebih besar untuk penyakit kardiovaskular, kanker tertentu, penyakit hati terkait alkohol dan gagal hati akut akibat minum berlebihan.

Baca juga: 8 Hal Yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Minum Alkohol Sepenuhnya

Para peneliti mengatakan studi lebih lanjut tentang penggunaan alkohol dari waktu ke waktu antara pria dan wanita dan berdasarkan kelompok umur, ras, dan etnis diperlukan untuk memahami beban kesehatan masyarakat terhadap alkohol.

Orang berusia 45-74 memiliki tingkat kematian tertinggi selama dua dekade, empat kali lebih tinggi dari mereka yang berusia 25-34 tahun, tetapi kelompok yang lebih muda memiliki peningkatan tahunan rata-rata terbesar di 5,9 persen, kata para peneliti.

Kunjungan ruang gawat darurat terkait dengan alkohol meningkat 76 persen dalam 16 tahun yang berakhir pada tahun 2015. Lebih banyak wanita daripada pria mengunjungi UGD dengan penyakit yang berhubungan dengan alkohol, menurut penelitian. 

Meski begitu, peran alkohol tidak selalu jelas ketika sertifikat kematian selesai, sehingga sulit untuk mengukur besarnya minum dan mati, kata penelitian itu. Para peneliti yang dipimpin oleh Aaron White, penasihat ilmiah senior untuk Koob, menemukan kecenderungan minum alkohol berbeda pada pria  dan wanita.

Sementara prevalensi minum dan pesta makan tidak berubah untuk pria, ada peningkatan 10,1 persen dalam prevalensi minum dan peningkatan 23,3 persen dalam pesta minuman keras di kalangan perempuan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: