Forgot Password Register

3 Kiat 'Tolong' Anak yang Kecanduan Bermain Game

3 Kiat 'Tolong' Anak yang Kecanduan Bermain Game Ilustrasi anak bermain gadget. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mengatasi kecanduan game terhadap anak memang susah-susah gampang. Jika direbut secara paksa, dikhawatirkan akan timbul sifat pemberontak dari anak. Namun jika terlampau terlambat, khawatir 'candu'nya semakin dalam. 

Dalam acara diskusi Ngobras di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019) Pakar IT dan Sosiolog memberikan kiat-kiatnya yang dirangkum Pantau.com dalam tiga tips yang bisa dicoba para orangtua. 

1. Ikut kampanye anti gadget

Peneliti sekaligus anggota ICT Watch Acep Syaripudin menyarankan para orangtua untuk mengalihkan aktivitas anak dengan kegiatan sosial atau mengikuti kampanye anti gadget.

Kampanye ini diikuti dan berhasil dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga di Bintaro, Tangerang, yang menetapkan aturan dari pukul empat sore hingga setengah enam sore untuk melakukan kegiatan apapun bersama-sama dengan syarat melepaskan semua gadgetnya.

"Aktivitas bermain. Permainan yang dulu tidak dikenal anak, dikenalkan pada anak zaman now, seperti bersepeda, buat makanan. Hebatnya, selama satu hingga dua bulan yang tadinya harus disamperin (diminta), kini akhirnya anaknya yang minta sendiri. Jadi megang gadget ketika butuh saja," ujar Acep.

2. Literasi digital

Di sisi lain, Sosiolog Daisy Indira Yasmine, M.Si menilai kecanggihan teknologi ini memang tidak dapat dihindari. Kini manusia hidup di dunia pararel virtual dan reality. Karenanya, patut berhati-hati saat si anak tidak merasa puas dengan hidup nyatanya, ia akan mudah tenggelam dalam dunia maya.

Baca juga: Mengapa Banyak Anak Bersikap Kasar Seperti Kasus Audrey?

"Ada lagi e-sport (atlet game) ke depan. Jadi enggak bisa serta merta putus, enggak bisa juga kita kayak 'hanyut'. Itu yang harus dibatasi, literasi digital. Jadi mereka tahu gadget, kita enggak hidup secara normal," tutur Daisy

3. Jadikan profesional

Peran orangtua amat sangat berpengaruh,. Wanita yang juga Dosen Sosiologi UI itu menyarankan mulailah dengan orangtuanya juga tidak candu gadget, berikan literasi gadget, media sosial ataupun game. Disarankan pula jika ingin tetap 'ngotot' bermain game, tekunilah secara profesional.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Audrey, Bagaimana Cara Bijak Anak Bermedia Sosial?

"Jadikan selalu aktivitas, jadikan itu profesi. Enggak memengaruhi semua. Jadi main game hanya bekerja, jadi dia membatasi waktunya," sambungnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More