Forgot Password Register

Mengapa Banyak Anak Bersikap Kasar Seperti Kasus Audrey?

Mengapa Banyak Anak Bersikap Kasar Seperti Kasus Audrey? Ilustrasi media sosial. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Berkaca dari kasus Audrey, murid SLTP di Pontianak yang dirundung oleh sekumpulan anak SLTA membuat banyak orang bertanya kemana sifat ramah yang jadi karakter masyarakat Indonesia? Mengapa saat ini banyak anak di bawah umur bersikap kasar?

Peneliti sekaligus anggota ITC Watch Acep Syaripudin menilai hal ini imbas dari penggunaan media sosial yang tidak terkontrol orangtua atau orang dewasa lainnya. Acep mengumpamakannya seperti komunitas 'Alay' yang sempat booming, yang berkomunikasi dengan bahasanya tersendiri.

"Bahwa anak-anak ini komunikasi dengan bahasa sendiri, bahasa yang mereka pahami. Ketika itu terjadi, terjadilah gap (jarak) bahasa. Bahasa yang tidak dipahami ini bahasa yang 'alay', terjadilah," ujar Acep dalam forum diskusi Ngobras di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Benarkah Gadget Jadi Obat Penawar Bosan Anak-anak?

Saat jarak komunikasi terbentuk, maka orangtua atau orang dewasa lebih sulit untuk mengontrol. Padahal, kontrol sangat perlu agar tidak adanya pemahaman yang melenceng, dan itu terjadi pada media sosial. 

Banyak orangtua yang tidak mengerti media sosial, dan memilih apatis serta tidak mencoba untuk mengerti dan mempelajari bahasa mereka. 

Akhirnya banyak anak yang merasa nyaman tidak dikekang di media sosial, karena orangtuanya yang tidak mengerti. Tterjadilah penyimpangan atau sikap kasar terbentuk dari media sosial, karena anak bisanya menelan dan meniru informasi 'bulat-bulat'.

"Ketika anak mereka gunakan media sosial, orangtua harus jadi teman mereka walapun Ini tidak bisa jadi satu jaminan," tutur Acep.

Baca juga: Bukan Faktor Usia, Tapi Ini yang Jadi Pertimbangan Orangtua Beri Gadget ke Anak

Karenanya, Acep menyarankan orangtua harus jadi teman anaknya, baik di media sosial (online) ataupun dunia nyata (offline), untuk saling berbagi dan cerita mengenai pengalamannya.

"Sesibuk apapun, peran orangtua tidak akan tergantikan dengan teknologi apapun. Secanggih apapun anak sekarang tetap canggih kalau disampaikan dengan cara sharing," jelasnya 

"Orangtua harus bisa berperan dalam hal apapun, akhirnya anak ini tetap bagaimana dia tetap terkontrol dan terjalin komunikasi yang baik," sambungnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More