Pantau Flash
Mahfud MD Soal Kebakaran Hutan: Indonesia Terhitung Paling Aman
Aldila Raih Emas Pertamanya di SEA Games 2019
Jalan Yos Sudarso Surabaya Kembali Bisa Dilalui Pejalan Kaki pada 2020
Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Kunciran-Serpong Siang Ini
Retno dan Prabowo Sambut Menhan-Menlu Australia di Bali

5 Tempat Lokalisasi Paling Terkenal dan Terbesar di Indonesia

Headline
5 Tempat Lokalisasi Paling Terkenal dan Terbesar di Indonesia Ilustrasi prostitusi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Indonesia merupakan negara yang menganut budaya ketimuran, namun tidak bisa terbantahkan jika di negara ini masih ada beberapa tempat yang dijadikan lokalisasi. Tidak seperti negara-negara dengan budaya barat, di mana tempat prostitusi diperbolehkan atau bahkan dilegalkan.

Di Indonesia, dengan pertimbangan agar para penjaja seks tidak berkeliaran di tempat-tempat umum, maka dibuatlah lokalisasi. Hotel dan wisma murah sebagai tempat 'eksekusi'.

Namun meski diharamkan dan mendapat hujatan keras dari masyarakat, tempat untuk bisnis lendir tersebut tetap beroperasi meski sudah berkali-kali ditutup.

Berikut ini merupakan 5 tempat lokalisasi prostitusi paling terkenal dan terbesar yang ada di Indonesia.

Baca juga: Nekat! Masih 18 Tahun, Gadis ini Jadi Germo Prostitusi Online

1. Sarkem - Yogyakarta

Siapa yang menyangka, meski Yogyakarta terkenal dengan budaya yang begitu kental, namun tetap saja terselip suatu tempat yang dijadikan bisnis prostitusi. Tempat tersebut bernama 'Sarkem' atau singkatan dari Pasar Kembang, yang lokasinya terletak tidak jauh dari Jalan Malioboro.

Suasana di Pasar Kembang (Foto: News Mojo)

Bagi mereka yang kerap 'jajan malam', pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat yang satu ini. Bahkan menurut beberapa sumber, Sarkem sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda yang dulunya difungsikan sebagai tempat pemuas nafsu para penjajah.

2. Saritem - Bandung

Terletak di antara Jalan Astana Anyar dan Gardu Jati, tempat ini memang mudah dijangkau karena berada di pusat kota Bandung. Saritem memang sudah terkenal sejak dulu, sama seperti lokalisasi lainnya, Saritem juga mendapat kecaman keras dari masyarakat Bandung.

Namun meski sudah berkali-kali ditutup, Saritem masih berdenyut dengan kegiatan seks bebas yang ilegal.

Saritem dibangun di akhir abad ke-19, sehubungan dengan pembuatan jalan kereta api di kawasan tersebut. Ironisnya, di depan jalan Saritem didirikan pesantren 'Dar Al Taubah' yang seakan menjadi pintu gerbang masuk ke kawasan Saritem.

Pintu masuk Saritem (Foto: Istimewa)

Baca juga: Meski Disulap Jadi GOR, Prostitusi di Gang Boker Ciracas Tetap Bergeliat

3. Limus Nunggal - Bogor

Di Bogor juga terdapat sebuah tempat lokalisasi yang cukup terkenal, tepatnya di daerah Cileungsi bernama Limus Nunggal. Di sini terdapat banyak sekali bangunan tempat prostitusi yang seakan sudah legal.

Sebenarnya tempat ini sudah dibubarkan beberapa kali, namun karena ketidaktegasan pemerintah, membuat tempat prostitusi seperti ini hidup kembali. Ironisnya tempat prostitusi tersebut berdampingan dengan gedung sekolah.

Ilustrasi prostitusi (Foto: Pixabay)

Para pekerja seks komersial di tempat tersebut umumnya datang dari luar daerah Bogor, melainkan para perantau dan pendatang baru yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Menurut beberapa sumber menyebutkan jika tempat prostitusi Limus Nunggal sudah tidak beroperasi lagi seperti dulu.

4. Kalijodo - Jakarta

Kalijodo adalah kawasan yang dikenal sebagai tempat prostitusi yang berada dalam dua kota administrasi, yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Dalam area ini terdapat tempat karaoke atau cafe yang berjumlah sekitar 60 bangunan. Dalam satu cafe tersebut dihuni kurang lebih 15 sampai 20 pekerja seks komersial.

Ilustrasi prostitusi (Foto: Pixabay)

Kalijodo mempunyai tingkat keamanan yang kuat, bukan keamanan seragam ala satpam melainkan para preman-preman yang tak gentar kehilangan nyawa. Para preman tersebut juga terkenal sensitif, mereka memiliki insting yang kuat sekali dan mudah curiga dengan sesuatu disekitarnya.

Pada tanggal 29 Februari 2016, Kalijodo akhirnya ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan melibatkan ratusan keamanan gabungan mulai dari Polri, Satpol PP, hingga TNI.

5. Gang Dolly - Surabaya

Kurang lengkap rasanya apabila membicarakan prostitusi jika tidak menyinggung Gang Dolly yang berada di Surabaya. Konon katanya, lokalisasi ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara, lebih besar dari Patpong di Thailand dan Geylang di Singapura.

Area lokalisasi Dolly mencakup dua wilayah, yaitu Gang Dolly itu sendiri dan Lokalisasi Jarak yang berseberangan dengan Gang Dolly.

Disebutkan ada lebih dari 800 wisma untuk konsumen seks bebas di sini, termasuk cafe dangdut dan panti pijat plus-plus yang berjejer rapi di Dolly.

Gang Dolly (Foto: Indonesianinside)

Sebuah sensus pada tahun 2014 menyebutkan jika ada sekitar 1500 PSK di Gang Dolly, jika ditotal dari seluruh lokalisasi termasuk Gang Dolly dan Lokalisasi Jarak jumlahnya bisa mencapai 9000 PSK.

Atas ketegasan walikota Surabaya, yaitu Tri Rismaharini, pada tanggal 18 juni 2014 Gang Dolly resmi ditutup.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Nasional

Berita Terkait: