Forgot Password Register

Anda Pengusaha? Awas Kena Dampak Pelemahan Rupiah

Ilustrasi kurs dolar (Foto:Pixabay) Ilustrasi kurs dolar (Foto:Pixabay)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan, nilainya tembus Rp14.000 per USD. Jika anda calon pengusaha atau calon pengusaha yang bergerak dalam bidang importir, sepertinya anda harus menghitung pengeluaran anda kembali. 

Pasalnya menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, depresiasi rupiah akan langsung terasa pada biaya impor yang meningkat cukup tinggi.

"Untuk impor baik bahan baku, barang modal dan barang konsumsi sebagian besar gunakan kapal asing yang membutuhkan dolar jadi logistic cost pasti makin membebani industri domestik," ujarnya saat dihubungi pantau.com, Rabu (9/5/2018).

Baca juga: Mendag Pastikan Stok Sembako Selama Ramadan Aman

Sementara kondisi daya beli saat ini sedang lesu, sehingga kata Bhima, penjual tidak akan sembarang menaikkan harga barang.

"Kondisi ini menggerus pendapatan pelaku usaha," katanya.

Selain itu, dapak pelemahan rupiah juga dinilainya akan berpengaruh pada harga bahan pokok yang secara otomatis juga akan mengalami kenaikan.

"Saya ambil contoh bawang putih yang 85% lebih pasokannya impor. Mendekati lebaran permintaan secara musiman tinggi. Ini yang harus di perhatikan pemerintah karena inflasi langsung pukul daya beli masyarakat miskin," ungkapnya.

Baca juga: Tak Pengaruhi APBN, Lemahnya Rupiah Ancam Persoalan Subsidi

Kemudian, dampak lainnya kata Bhima, sebagai negara net importir minyak. Pelemahan rupiah akan menaikkan biaya impor minyak. Tahun 2017 lalu imbuhnya, neraca migas defisit 8,5 miliar dolar karena impor minyak bengkak hingga 24,3 miliar dolar.

"Ini nggak sehat dan pengaruhi harga BBM non subsidi yang dipakai angkutan barang kebutuhan pokok," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More