Pantau Flash
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020
Menko Luhut Sebut Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilogram Demi Efisiensi
Pemprov DKI Akan Terbitkan Peraturan Terkait Izin PKL Berdagang di Trotoar
Soal RUU Omnibus Law, F-PPP: Jangan Hanya Memikirkan Aspek Investasi!

Belum Adil dan Merata, Menkeu Akan Kaji Ulang Sistem Gaji ASN

Headline
Belum Adil dan Merata, Menkeu Akan Kaji Ulang Sistem Gaji ASN Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: ANT)

Pantau.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan bahwa sistem penggajian seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari pusat, daerah, hingga TNI/Polri perlu dilakukan pengkajian ulang. Pasalnya hak itu dianggap masih belum adil dan merata.

“Jadi memang ada level dari keseluruhan apa yang disebut tadi sistem penggajian di Indonesia yang memang perlu adanya suatu review yang cukup komprehensif,” kata Sri Mulyani di Gedung Merah Putih KPK, Senin 9 Desember 2019.

Sri Mulyani mengatakan selama ini pihaknya mendapat banyak keluhan dari para pegawai pemerintahan yang memiliki kewenangan dan risiko sama namun gaji yang didapatkan berbeda, seperti Kepolisian RI dan Kejaksaan.

“Pertama tadi kepolisian dan kejaksaan di mana mereka selalu mengatakan ‘Gaji saya beda dengan KPK padahal kami sama-sama aparat penegak hukum’ seperti itu,” ujarnya.

Baca juga: Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu

Tak hanya itu, Sri Mulyani menuturkan ada gubernur dan beberapa kepala daerah yang selalu menanyakan rencana pemerintah untuk memperbaiki tunjangan jabatan dan gaji mereka.

“Kemarin saya kumpulkan kepala daerah dalam rangka penjelasan mengenai anggaran karena mereka selalu mengatakan mengenai tunjangan jabatan dan gaji yang belum diperbaiki,” katanya.

Selain itu, ia juga memikirkan para pengambil kebijakan atau regulator yang turut mengalami perbedaan gaji cukup signifikan dengan para pengelola aset negara padahal keduanya mengemban peran dan kerawanan yang sama.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani akan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mengkaji ulang sistem penggajian pegawai tersebut.

Baca juga: Ma'ruf Amin Dukung Sistem Kerja Fleksibel untuk ASN

Meski demikiran, kajian yang dilakukan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran negara yang dapat dialokasikan untuk menunjang kinerja para pegawai pemerintahan itu.

"Kita coba lakukan dengan Menpan RB dan melihat kemampuan keuangan negara, agar mampu membayarnya secara sustainable," katanya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengusulkan agar pemerintah bisa mengadopsi sistem penggajian yang sama atau single salary system bagi setiap instansi dan lembaga sesuai dengan tingkat risiko dan wewenangnya.

“Honor-honor mulai dihilangkan, seperti hari ini gaji KPK enggak begitu tinggi tapi ke manapun enggak menerima apa-apa. Itu akan lebih baik,” kata Agus saat ditemui di tempat yang sama.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: