Pantau Flash
The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1

Berhubungan Intim saat Haid Tetap Bisa Hamil?

Berhubungan Intim saat Haid Tetap Bisa Hamil? Ilustrasi pasangan suami istri (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bagi pasangan yang sudah menikah, berhubungan intim memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini terbukti dapat meredakan stres, memperbaiki pola tidur, menurunkan tekanan darah hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain mempererat hubungan antara suami dan istri, sering melakukan hubungan intim juga dapat membantu seseorang untuk hidup lama. Namun, banyak pasangan yang terhambat melakukan kegiatan ini saat sang wanita sedang 'datang bulan'.

Sudah menjadi hal alami bagi wanita subur biasanya mengalami haid atau menstruasi tiap bulannya. Siklus ini umumnya akan muncul tiap sekitar 4 minggu, atau berkisar antara 21 hingga 35 hari.

Hormon estrogen dalam tubuh wanita akan meningkat pada tiap siklus menstruasi untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan. Masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium akan terjadi dan dinding rahim akan menebal.

Apabila  tidak dibuahi, sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh, kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah. Proses keluarnya darah dari vagina inilah yang disebut haid atau datang bulan.

Baca juga: Girls, Ternyata Menstruasi Berlebihan Bahaya untuk Kesehatan Loh..

Selain memiliki banyak risiko yang dapat melukai wanita, pertanyaan seputar pembuahan saat haid juga kerap jadi pro dan kontra. Lalu, apakah berhubungan intim saat haid tidak akan mengakibatkan kehamilan? 

Dilansir dari Hello Sehat, jika seorang wanita yang memiliki siklus datang bulan lebih pendek kemudian melakukan hubungan intim di hari terakhir haid dan langsung mengalami ovulasi tiga hari kemudian, kehamilan bisa saja terjadi. Hal ini lantaran sperma dapat bertahan hidup selama tiga sampai lima hari ke depan untuk membuahi sel telur di hari kedua atau ketiga setelah berhubungan intim.

Selain itu, beberapa wanita juga mengalami perdarahan saat sedang tidak datang bulan. Hal ini dapat terjadi selama ovulasi dan kebanyakan akan mengira bahwa mereka sedang haid padahal tidak.

Baca juga: Hilangkan Nyeri karena Haid dengan Konsumsi Makanan Ini

Untuk melihat apakah seorang wanita mengalami kehamilan, bisa langsung dilihat sebelum siklus haid berikutnya tiba. Caranya, cek gejala seperti kram perut ringan, bercak darah, nyeri payudara, dan perubahan mood. Gejala-gejala ini dapat terjadi sekitar dua minggu setelah ovulasi.

Gejala kehamilan lain yang harus diwaspadai saat usia kehamilan mencapai usia enam atau tujuh minggu adalah mual, muntah dan kelelahan parah.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: