Forgot Password Register

BNN: 250 Kg Sabu di Bekasi Asal Malaysia Dikendalikan Napi di Jawa

BNN: 250 Kg Sabu di Bekasi Asal Malaysia Dikendalikan Napi di Jawa Badan Narkotika Nasional kembali mengamankan 200 kilogram narkoba jenis sabu, ekstasi dan Happy Five asal Malaysia di kawasan Bekasi. (Foto: Dokumen BNN)

Pantau.com - Badan Narkotika Nasional kembali mengamankan 250 kilogram sabu dan ekstasi dan "happy five" asal Malaysia di wilayah Bekasi Barat.

"Pada hari Jumat sekitar pukul 19.00 WIB, BNN berhasil menangkap dua tersangka atas nama Zulham dan Fajar dengan barang bukti 200 kilogram narkoba," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam pesan singkat WhatsApp yang diterima di Jakarta Pusat, Minggu (12/5/2019).

"Diduga narkoba diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut ke Indonesia dan dibawa dari Pekanbaru menuju Jakarta dan Bekasi dengan menggunakan truk," tambahnya.

Baca juga: BNN Sita 250 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi dari Penggerebekan di Bekasi

Penangkapan bermula saat tim BNN menerima info akan terjadi transaksi narkotika di wilayah Bekasi. Dari hasil penyelidikan mencurigai sebuah truk yang berasal dari daerah Pekanbaru, Riau.

"Kemudian tim melakukan penggerebekan dan pemeriksaan dari hasil penggeledahan ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 100 kilogram yang disimpan di dalam lemari," ungkap Arman.

Dari keterangan tersangka Fajar diketahui bahwa masih ada barang bukti lainnya yang disimpan di rumah kontrakan Zulham di daerah Keranji, Bekasi. "Pada hari Sabtu sekitar pukul 01.00, tim BNN melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Zulham dan kembali ditemukan 97 bungkus sabu," ucap Arman.

Total barang bukti narkoba yang disita sebanyak 200 kilogram yang terdiri dari sabu, ekstasi dan "happy five". Sedangkan barang bukti lain yang disita yakni satu unit truk, sepeda motor dan alat komunikasi.

Baca juga: BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan 6 Kasus

Arman Depari menyatakan bisnis narkotika jenis sabu di Bekasi, Jawa Barat dikendalikan oleh jaringan narapidana atau napi di Pulau Jawa.

"Indikasi kuat kami, pengendalinya adalah seorang narapidana yang saat ini menjalani hukuman di salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Pulau Jawa," katanya.

Hingga saat ini, BNN masih melakukan pengembangan dan bergerak di lapangan untuk mencari tersangka lain yang diduga terlibat. "Kami masih melalakukan pengejaran terhadap tersangka lain dalam kegiatan penyalahgunaan, peredaran dan penyeludupan narkoba," tandas dia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More