Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

Bukan Manusia, China Perkenalkan Penyiar untuk Baca Berita

Bukan Manusia, China Perkenalkan Penyiar untuk Baca Berita Pembaca berita Al. (Foto: Youtube/New China TV)

Pantau.com - Kantor berita resmi China Xinhua telah menyiarkan gambar pembaca berita baru, yakni pembaca berita virtual yang menggunakan teknologi Al atau artificial intelligence yang bia mencontoh suara dan ekspresi wajah manusia.

melansir ABC, Jumat (9/11/2018), dalam penayangan di Konferensi Internet Dunia yang berlangsung di Provinsi Zhejiang, ada satu pasang pembaca berita, pria pembaca berita dalam bahasa  Mandarian dan bahasa Inggris.

"Hallo, anda sedang menonton program berita dalam bahasa Inggris. Saya pembawa Berita AI," kata penyiar dalam bahasa Inggris tersebut ketika memulai acaranya.

Xinhua mengatakan, pembica berita Al bisa bekerja dalam 24 jam sehingga mengurangi ongkos produksi.

Baca juga: Wow, China Berlakukan Sistem Pengawasan Berbasis Pengenalan Gaya Berjalan

Dalam tayangan terpisah, pembaca berita Al akan bekerja tanpa lelah untuk memberikan informasi terus menerus karena teks akan dimasukkan ke dalam sistem tanpa gangguan.

Xinhua mengembangkan pembicara berita Al dengan perusahaan mesin pencari online, yakni Sogou. 

Pembaca berita dalam bahasa Inggris berdasarkan penyiar berita Xinhua Zhang Zhao, sementaraversi bahasa Mandarin berdasarkan pada wajah penyiar Qiu Hao.

Pembaca berita Al ini akan belajar dengan sendiri dari video siaran langsung, kata Xinhua.

Kantor berita China, pembaca berita Al ini bisa membaca teks sama alamiahnya seperti pembaca berita profesional. Namun dalam tayangannnya masih terasa bahwa pembaca berita Al bersuara seperti robot.

China berusaha menjadi pemain utama di bidang artificial intelligence di tahun 2030, saat ini negeri itu telah berusaha menjadi negara penghasil teknologi tinggi dan tidak lagi menggantungkan diri pada produksi barang manufaktur yang murah.

Baca juga: China Akan Buat Hujan Buatan Menggunakan Satelit

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: