Pantau Flash
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN
191.807 Personel TNI-Polri Dikerahkan dalam Operasi Lilin 2019
LIPI: Sampah Menumpuk Akibat Perilaku Masyarakat

Cerita Mahasiswa Korban Unjuk Rasa, Kena Tembakan Gas Air Mata Lalu Pingsan

Headline
Cerita Mahasiswa Korban Unjuk Rasa, Kena Tembakan Gas Air Mata Lalu Pingsan Seorang mahasiswa terluka saat bentrok dengan pihak kepolisian saat berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - Sejumlah mahasiswa yang menderita luka memberi kesaksian terkait dengan pemicu bentrokan demonstran dengan polisi di lintasan Tol Dalam Kota Jakarta, pada Selasa (24/9/2019)

"Saat itu sekitar jam 17.30 WIB ribuan mahasiswa bergerak dari kawasan Palmerah menuju flyover Tol Slipi untuk berkumpul," kata Syauqi Maroghi, mahasiswa Universitas Indraprasta Jakarta di Rumah Sakit Mintohardjo Jakarta.

Baca juga: Soal Aksi Mahasiswa, Yasonna: Hati-hati Saya Dengar Ada yang Menunggangi

Saat itu ribuan mahasiswa dari berbagai kampus bergerak menuju lintasan tol untuk melumpuhkan akses lalu lintas.

"Karena massa di depan Gedung DPR/MPR RI sudah membeludak, massa di kawasan Palmerah naik ke lintasan tol. Memang niatnya untuk memblokade jalan," katanya.

Mahasiswa semester tujuh Jurusan Informatika itu berada di barisan depan massa bersama rekannya bernama Herdian.

"Pertama-tama, saya di barisan paling depan sama Herdian, pas di pertengahan, massa dari Universitas Indonesia (UI) mundur, sepertinya mereka sudah lelah," katanya.

Saat itu Syauqia bertanya kepada koordinator lapangan apakah massa dari Unindra tetap maju atau mundur.

"Korlap minta kami tetap maju," katanya.

Baca juga: Minta Mahasiswa Turunkan Tensi, Ketua DPR: Tuntutan Sudah Kami Penuhi

Beberapa menit kemudian, kata dia, terdengar suara letusan gas air mata sebanyak tiga kali. Namun, Syauqi dan Herdian bersama mahasiswa lainnya tetap berusaha masuk ke lintasan tol. Herdian menjadi korban tembakan gas air mata di bagian kuping saat polisi menembakkan selongsong dari jarak sekitar 10 meter di lintasan tol.

"Saya lagi mau lari, tembakannya asal-asalan. Saya kena di kuping kanan, langsung pingsan," kata Herdian usai dirawat di IGD RS Mintohardjo.

Herdian kemudian dievakuasi sejumlah demonstran menggunakan angkot menuju Gedung TVRI sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

"Tidak ada ambulans yang bisa tembus ke tempat kejadian. Akhirnya saya diantar ambulans TVRI ke rumah sakit," katanya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: