Pantau Flash
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN

Soal Aksi Mahasiswa, Yasonna: Hati-hati Saya Dengar Ada yang Menunggangi

Soal Aksi Mahasiswa, Yasonna: Hati-hati Saya Dengar Ada yang Menunggangi Dokumentasi mahasiswa berjalan kaki dari Jalan Gerbang Pemuda menuju depan kompleks Parlemen saat berunjuk rasa di Jakarta, Senin (23/9/2019). (Foto: Antara/Aditya P Putra

Pantau.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly angkat bicara terkait dengan sejumlah aksi yang dilakukan mahasiswa diberbagai daerah memprotes terkait dengan pengesahan RKUHP dan UU KPK. Yasonna meminta agar para mahasiswa tak terjebak agenda politik yang sengaja memang diselipkan.

"Kami harus jelaskan dengan baik karena di luar sana sekarang ini isu dimanfaatkan untuk tujuan tujuan politik, saya berharap pada mahasiwa, adek-adek saya mahasiswa jangan terbawa random agenda politik yang gak bener," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Baca Juga: Eva PDIP: Bola Panas Ada di Tangan Mahasiswa, Bukan DPR dan Presiden

Yasonna menilai bahwa saat ini isu yang tengah berkembang di masyarakat dan mahasiswa ada pihk yang memanfaatkan untuk agenda politik tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Yasonna, lantaran dirinya mengaku bahwa ia mendapatkan informasi yang mengatakan ada pihak yang sedang berupaya menunggangi aksi yang sedang dilakukan sejumlah mahasiswa di sejumlah daerah.

"Saya hanya mengingatkan kita ini mendengar melihat ada upaya-upaya yang menunggangi. Jangan terpancing, juga termasuk RUU KPK," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya dari pada menyampaikan aspirasi dengan berujung anarkis seperti robohkan pagar seperti yang sudah terjadi. Lebih baik menurutnya menempuh saja jalur kontitusional sebagaimana mekanisme yang diatur.

Baca Juga: Ratusan Personel Brimob Lampung Dikerahkan Amankan Aksi Demo di DPR

"Negara kita negara hukum ada mekanisme konstitusional untuk itu. Yaitu ajukan judicial review ke Mahkamah konstitusi bukan ke mahkamah jalanan. Sebagai intelektual sebagai orang mahasiwa yang taat hukum kita harus melalui mekanisme itu," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: