Forgot Password Register

China Menderita Kerugian Hingga Rp1 T Akibat Topan Super Maria

China Menderita Kerugian Hingga Rp1 T Akibat Topan Super Maria Topan Super Maria membuat gelombang air laut menjadi tinggi. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Badai Maria yang melanda wilayah tenggara China, Rabu 11 Juli 2018 lalu telah menimbulkan kerugian ekonomi sedikitnya RMB490 juta atau setara dengan Rp1,05 triliun.

Badan Nasional Pengendalian Banjir dan Penanganan Kekeringan China (SFCDRH) mengatakan badai angin dengan kecepatan 151 kilometer per jam itu juga memaksa 580 ribu orang di Provinsi Fujian dan Zhejiang mengungsi.

Baca juga: Intip Yuk 'Anak Kucing' Seksi Penceramah Kontroversial Harun Yahya

Badan Meteorologi setempat telah mengeluarkan peringatan bertanda merah yang artinya peringatan bahaya atas badai kedelapan sepanjang tahun ini.

Badai Maria ini menumbangkan pepohonan, merusak kapal-kapal nelayan, dan memutus jalan utama di Kabupaten Lianjiang yang merupakan sentra perikanan di Fujian.

Pemprov Fujian telah memerintahkan kapal-kapal nelayan untuk kembali ke dermaga. Perintah yang sama juga disampaikan kepada para pekerja di lepas pantai sejak Selasa 10 Juli lalu tepatnya pukul 18.00 waktu setempat.

Baca juga: Kata 'Glory to Ukraine' Berujung Permintaan Maaf Bek Kroasia kepada Rusia

Sejak 1956 lalu, gelombang di Shacheng, Fujian, mencapai 4,4 meter yang tertinggi.

Ratusan perjalanan rangkaian kereta api tujuan kota-kota di Fujian dihentikan dan 178 jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Changle, Fuzhou, juga dibatalkan.

Namun, hujan deras di Provinsi Sichuan memakan korban jiwa. Tiga anggota keluarga di Desa Nianzi, Kabupaten Qingchuan, ditemukan tewas akibat hujan yang menyebabkan tanah longsor ini, Kata Wang Wei, petugas bagian informasi Pemerintah Kabupaten Qingchuan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More