Pantau Flash
Tundukkan Sesama Wakil Jepang, Yuki/Sayaka Rebut Juara Indonesia Open 2019
Vatikan Bongkar Makam untuk Cari Gadis Hilang 36 Tahun Silam di Roma
Cabor Bulu Tangkis Sukses Kawinkan Emas di Asean School Games 2019
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019

Disinggung Soal Banyaknya Impor Bahan Baku Otomotif, Ini Jawaban Astra

Disinggung Soal Banyaknya Impor Bahan Baku Otomotif, Ini Jawaban Astra Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Sektor otomotif menjadi salah satu penyumbang impor bahan baku dalam neraca perdagangan Indonesia. Kendati demikian, Head of Investor Relations at PT Astra International Tbk mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan sumbangsih untuk ekspor cukup tinggi.

"Dari semua lini bisnis kami untuk otomotif kami kan ada ekspor baik motor atau mobil, juga komponen, segmen sektor ekspor kuartal I ini meningkat, ada beberapa lagi yang lain," ujarnya saat ditemui di Menara Astra, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

"Batu bara secara enggak langsung, karena ada perushaan trader yang beli lalu dipakai untuk ekspor," imbuhnya. 

Baca juga: Miliki Energi Panas Bumi, Sri Mulyani: Indonesia Terbesar di Dunia

Lebih lanjut kata dia justru jika industrialisasi terus didorong maka produksi akan terus berkembang dan dinilai bisa menekan impor kedepannya.

"Saya rasa, kalau bisa didorong lebih baik lagi kedepannya kita jadi gak tergantung impor, dan bagus buat Indonesia  kalau industri bisa berkontribusi melalui ekspor," paparnya. 

Lebih lanjut kata dia, industri otomotif tumbuh baik 5 tahun terakhir. Bahkan di tahun 2018 yang dinilai merupakan tahun yang berat bagi perekonomian global. 

"Otomotif ini 5 tahun terakhir progressnya baik cuma karena ada situasi makro dimana  pertumbuhan global  melambat, tentu permintaan melambat. Tentunya permintaan di beberapa periode melambat," katanya. 

Baca juga: Ketinggalan Promo Pemilu? Tenang, Ada Diskon 50 Persen di May Day Nih

"Tapi kontribusi kepada ekpsor meningkat 80 persen, seluruh ekspor meningkat industri 26 persen Astra Daihatsu dan motor," tambahnya.

Menurutnya, perkembangan industri justru membutuhkan support untuk terus meningkatkan ekspor, sebab kata dia Indonesia tidak bisa terus menerus mengandalkan ekspor komoditas. 

"Kami butuh support juga otomotif juga lainnya untuk mendorong ekspor. Kita kan gak boleh tegrntung ekspor komoditas mentah. Industrialisasi lah," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: