Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Disrupsi Diam-diam, Fintech Disebut Revolusi 'Senyap'

Headline
Disrupsi Diam-diam, Fintech Disebut Revolusi 'Senyap' Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai keberadaan finansial techology (Fintech) secara tidak langsung telah menimbulkan pergantian model bisnis.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan, perubahan bisnis ini atau biasa disebut disrupsi telah terjadi dalam bisnis keuangan di Indonesia. 

"Kalau kita lihat, bahasan tetang Fintech adalah bicara disruption di Indonesia sudah terjadi, tapi kalau bahasanya Prof Rhenald, revolusi senyap industri Fintech," ujarnya saat ditemui dalam diskusi yang digelar di Hardrock Cafe, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Jika Tiket Pesawat (Masih) Mahal, Mudik Lewat Tol Diprediksi Padat

Ia mengatakan saat ini startup Fintech yang telah tergabung dalam asosiasi mencapai 200 startup.

"Saya yang berasal dari Fintech Pinjaman Online sebanyak 99, Fintech Payment (Pembayaran) 63 persen dan selebihnya merupakan Fintech agregat atau Fintech edukasi keuangan," ujarnya.

Ia mengklaim, Fintech Payment yang ada saat ini bahkan telah menyaingi platform pembayaran perbankan seperti uang elektronik. Namun kata dia, hal itu berlangsung tanpa keributan atau tanpa disadari telah merubah model pembayaran yang telah ada. 

"Di payment, ada Gopay, OVO, mereka juga setara Bahkan lebih dari e-money, Flazz dan lainnya tapi enggak ada ribut-ribut enggak ada keributan di sana pasarnya directly diambil," paparnya.

Baca juga: Cerita Persaingan Sewa Power Bank dengan Fasilitas Gratis Stasiun

"Artinya ada satu segmen yang terseret Fintech, tidak directly impact. Sekarang pemain besar pembayaran elektronik money ada OVO, Gopay dan Dana," pungkasnya.

Sementara kata dia, dalam lini pinjaman dana, Fintech P2P Lending atau Pinjaman Online berkembang cukup pesat. Ia mencatat saat ini sudah 99 Fintech pinjaman online terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian menyusul 150 platform yang disebut-sebut sedang dalam proses pendaftaran.

"Sekarang stream yang sedang hype Peer to Peer (P2P) Lending, hari ini ada 99 anggota dari berbagai anggota sudah terdaftar di OJK. Berdasarkan info OJK Ada 150 P2P yang sedang proses register di OJK kalau ditotal dengan 99 ini, potensial ada 250 P2P di Indonesia dalam 2 tahun kedepan," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: