Pantau Flash
Garuda Indonesia Jalankan Inspeksi Terhadap B-737-800 NG Hasil Temuan FAA
Kemenpora Kucurkan Bonus untuk Tim Bulutangkis Junior
APEC Laporkan Jutaan Dana Raib Pasca KTT di Papua Nugini
Presiden Jokowi Bertemu Pimpinan MPR Bahas Teknis pelantikan
KPK Amankan Uang Rp200 Juta Terkait OTT Wali Kota Medan

Dua Ibu Korban Penembakan Trisakti Dukung Jokowi-Ma'ruf Gara-gara Hal Ini

Dua Ibu Korban Penembakan Trisakti Dukung Jokowi-Ma'ruf Gara-gara Hal Ini Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

Pantau.com - Dua ibu korban penembakan di Kampus Trisakti tahun 1998, menyatakan dukungannya kepada calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma'ruf. Dukungan itu diberikan lantaran pasangan tersebt diyakini mampu menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada 21 tahun silam.

Kedua ibu korban adalah Lasmiati, ibunda dari Heri Hertanto dan Karsiah, ibunda Hendriawan Sie.

"Saya dukung Jokowi, saya yakin beliau akan menyelesaikan masalah ini dengan adil. Karena, presiden yang sebelumnya belum bisa menyelesaikannya," ujar Lasmiati di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Hasil Survei Sebut Jokowi-Ma'ruf Unggul di Media Sosial, Hasto: Sosmed Kami Kuat

Ia pun meyakini Jokowi memiliki komitmen untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 1998 karena persoalan tersebut berlarut-larut sehingga perlu segera diselesaikan. Menurutnya, permintaannya tidak berlebihan yaitu negara mengakui bahwa anaknya ditembak ketika melakukan aksi tahun 1998.

"Jadi, kalau Jokowi terpilih kembali mudah-mudahan bisa menuntaskan kasus ini, paling tidak minta diakui saja anak saya ditembak negara," ujarnya.

Dia menilai dukungan tersebut karena Jokowi tidak memiliki beban di masa lalu sehingga diyakininya bisa menyelesaikan kasus 1998 yang tidak selesai selama 20 tahun.

Baca juga: Lagi, Cawapres Ma'ruf Amin Sebut Potensi Menang di Sumbar Sangat Besar

Sementara, ibunda dari Hendriawan Sie, Karsiah mengatakan dukungannya ke Jokowi karena selama ini berbeda dengan kepala negara dan kepala pemerintahan yang lain. Dia mencontohkan sering diundang ke Istana Negara untuk berdiskusi, sehingga dirinya berharap di periode kedua, Jokowi dapat menyelesaikan kasus tersebut.

"Buktinya beliau sering undang kita. Jadi bukan kita yang minta diundang, namun Jokowi yang undang," katanya.

Karsiah mengatakan Hendriawan Sie adalah anak satu-satunya namun ditembak hingga tewas. Ia pun mengakui saat ini sudah ikhlas merelakan kematian anaknya.



Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: