Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Fadli Zon Beri Masukan ke Jokowi Soal Calon Menteri, Apa Itu?

Headline
Fadli Zon Beri Masukan ke Jokowi Soal Calon Menteri, Apa Itu? Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) masih menggodok perihal calon menteri yang akan dia masukkan ke dalam kabinetnya untuk lima tahun ke depan. Jokowi baru akan mengumumkan nama-nama itu pada bulan Oktober, setelah pelantikannya. 

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon turut bereaksi soal nama yang cocok untuk bercokol di Kabinet Indonesia Kerja Jilid 2. Fadli menyarankan, sebaiknya Jokowi mencari menteri yang memang benar-benar mempunyai kapabilitas.

"Orang yang punya kapasitas, kapabilitas, punya integritas dan memang mau bekerja bukan karena posisi gitu loh, yang memang ahli di bidangnya bukan orang yang lagi belajar. Kalau lagi belajar dia enggak akan tahu mengendalikan urusannya di bidang apapun menteri itu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Baca Juga: Pengamat: Permintaan Kursi Menteri PDIP Menyulitkan Presiden Jokowi

Menurutnya, jika nantinya Jokowi mengambil calon menteri dari partai, maka sebaiknya ambillah orang yang memang benar-benar mempunyai keahlian di bidangnya.

"Jadi kalau hanya menerima dan kemudian dia tidak ahli di bidangnya dan baru belajar ya akan repot saya kira. Jadi percuma orang berkuasa tapi tidak efektif di dalam kekuasannya gitu, yang rugi rakyat," ungkapnya.

Sementara itu juga Fadli mengimbau Jokowi saat akan memilih Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam). Menurutnya, calon menteri itu harus mengerti dulu dasar Polhukam. Pasalnya, ia menilai ke depan tantangan sebagai menteri Polhukam sangat besar.

Baca Juga: Menteri Muda Jokowi Harus Paham Tata Negara, Bukan Sekadar Muda Usia

"Tantangan kita menurut saya ada tantangan eksternal, internal. Eksternal ya saya kira regional kawasan kita ini juga dilanda oleh berbagai potensi konflik yang cukup besar," tuturnya.

"Paling penting itu bisa mengetahui bagaimana ancaman terorisme misalnya itu apa yang menjadi benih-benih tumbuhnya terorisme. Jangan terorisme digadang-gadang, diangkat-angkat tapi sebenarnya enggak ada. Jadi justru harus keberhasilan itu tidak ada lagi teroris, kalau masih ada teroris namanya gagal," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: